JP RADAR NGANJUK - Industri game horor di Indonesia semakin berkembang dengan cerita-cerita yang tak hanya menyeramkan, tetapi juga menyentuh sisi psikologis pemainnya. Berikut adalah beberapa judul game horor lokal yang wajib kamu coba:
1. Pikabuu : STOP !
Ketika Rumah Bukan Lagi Tempat Berlindung, game ini menceritakan tentang seorang pria bernama Beni, suami dan juga ayah penyayang bagi Nadia dan Kaila, yang selalu memastikan kebutuhan keluarga terpenuhi dalam kesederhanaan. Nama, suatu hari, sebuah keputusan yang tak disadari menyeret keluarga kecilnya ke dalam lingkungan yang mengancam segalanya.
2. Grieving / Berduka
Sebuah horor psikologis retro yang memutarbalikan kewarasan dan pilihan anda. Game ini bercerita tentang misteri gaib, dimana pengurusan diharuskan melakukan ritual berkembang. Rocky, yang baru pulang kerja, diminta kakeknya untuk menjaga rumah kos. Namun, kamar berhantu itu memaksa Rocky untuk melakukan ritual itu sendiri. Hantu yang dikenal sebagai "Gadis" ingin berbagi sesuatu yang selama ini ia pendam, dan Anda terpaksa mengikuti keinginannya demi dirinya sendiri.
3. Night Shift : Security
Dalam game horor psikologis ini, Anda berperan sebagai seorang satpam malam yang ditempatkan di sebuah gedung perkantoran yang telah lama terbengkalai dengan masa lalu yang terkubur dalam. Suasana yang awalnya tenang dan tanpa kejadian apa pun perlahan berubah menjadi meresahkan ketika langkah kaki yang jauh bergema di koridor-koridor kosong, pintu-pintu berderit terbuka tanpa peringatan, dan perasaan diawasi yang luar biasa merayap masuk. Seiring garis antara kenyataan dan ilusi semakin kabur, Anda dipaksa untuk menghadapi sejarah tersembunyi gedung tersebut dan keberadaannya yang masih membayangi dalam bayang-bayangnya.
4. Pikabauu : The Silent Night
Dalam game ini menceritakan seorang anak SMP kelas 7 bernama Daniel, ia dikenal sebagai anak yang baik dan ramah kepada semua orang. Ia selalu tersenyum dan berkelakuan baik kepada semua orang. Namun, di balik senyumnya itu, di dalam hatinya ia sedang berteriak meminta tolong. Karena selama ini ia sering sekali dibuli oleh kakak kelasnya yang bernama Anton. Anton sering kali membuli Daniel. Walaupun Daniel sering dibuli atau dirundung, tapi ia tak pernah melaporkannya kepada siapapun.
penulis : Shafura Maulida Abdillah - Mahasiswa Magang Universitas Dian Nuswantoro
Editor : Miko