JP Radar Nganjuk – Perusahaan kecerdasan artifisial OpenAI resmi menghadirkan layanan langganan ChatGPT Go di Indonesia. Kehadiran layanan ini ditujukan agar teknologi AI bisa lebih mudah digunakan sekaligus terjangkau bagi masyarakat luas.
“Dengan ChatGPT Go, kami ingin menjadikan teknologi AI termutakhir ini mudah digunakan dan terjangkau sehingga semua orang dapat memperoleh manfaat dari kecanggihan teknologi,” kata Vice President and Head of ChatGPT, Nick Turley, sebagaimana dikutip dari keterangan pers perusahaan pada Selasa (23/9).
Indonesia dipilih sebagai negara pertama di Asia Tenggara untuk peluncuran ChatGPT Go. Hal ini karena adopsi perangkat lunak buatan OpenAI di tanah air dinilai berkembang pesat. Menurut data OpenAI, jumlah pengguna aktif mingguan ChatGPT di Indonesia meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam setahun terakhir.
Bahkan, Indonesia kini termasuk dalam lima besar pasar pengguna ChatGPT di dunia.
ChatGPT di Indonesia populer digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bimbingan belajar, pembelajaran mandiri, pembuatan dan pengeditan teks, hingga penciptaan gambar digital.
Sebelumnya, India menjadi negara pertama di dunia yang meluncurkan paket ChatGPT Go. Dalam waktu kurang dari sebulan, jumlah pelanggan berbayar di negara tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat. Indonesia menjadi negara kedua secara global yang bisa mengakses layanan ini.
Dengan biaya langganan Rp75.000 per bulan (sudah termasuk PPN), pengguna ChatGPT Go bisa mengakses fitur-fitur premium seperti:
-
Chat berbasis model GPT-5 dengan batas 10 kali lebih tinggi dibanding versi gratis.
-
Pembuatan gambar harian 10 kali lebih banyak.
-
Unggahan dokumen maupun gambar 10 kali lebih banyak per hari.
-
Memori dua kali lebih panjang sehingga respons AI lebih personal.
ChatGPT Go disebut sebagai paket langganan ramah kantong bagi masyarakat Indonesia yang ingin mengakses teknologi AI tingkat lanjut tanpa harus berlangganan versi Pro dengan harga lebih mahal.
Editor : Jauhar Yohanis