NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Banyak orang rajin memakai makeup, tetapi sering lupa merawat kuas yang dipakai sehari-hari. Padahal, kuas makeup yang kotor bisa menjadi sarang kuman. American Academy of Dermatology Association menegaskan, kuas yang jarang dibersihkan bisa memicu jerawat, iritasi, hingga infeksi kulit.
Healthline menulis, sisa minyak wajah, bedak, dan foundation yang menempel di kuas merupakan “makanan” bagi bakteri. Jika menumpuk terlalu lama, kulit menjadi lebih mudah berjerawat dan kusam. Hal serupa juga disampaikan MyDr. Media kesehatan asal Australia itu mencatat, kuas makeup yang tidak pernah dicuci berpotensi membawa kuman ke area sensitif seperti mata dan bibir. Akibatnya, risiko infeksi kulit semakin tinggi.
American Academy of Dermatology Association merekomendasikan kuas wajah dicuci setidaknya seminggu sekali. Untuk kuas bedak atau kuas besar yang jarang bersentuhan dengan area berminyak, bisa dicuci setiap dua minggu sekali. Namun, kuas untuk foundation cair, concealer, atau lip brush sebaiknya lebih sering dibersihkan bahkan setelah 3–4 kali pemakaian. Selain menjaga kesehatan kulit, kebiasaan ini juga membuat kuas lebih awet dan hasil riasan lebih rata.
Enam Langkah Mudah Membersihkan Kuas Rias
Membersihkan kuas rias sebetulnya tidak sulit. Cukup siapkan air hangat, sabun lembut, dan handuk bersih. Selanjutnya, ikuti enam langkah praktis berikut:
- Basahi Ujung Kuas dengan Air Hangat: Arahkan kepala kuas ke bawah saat membasahinya. Langkah ini penting agar air tidak masuk ke pangkal gagang yang dapat merusak perekat bulu kuas.
- Gunakan Sabun Lembut atau Sampo Bayi: Pilih pembersih yang ringan dan tidak mengandung bahan kimia keras. Sampo bayi menjadi pilihan favorit karena lembut pada bulu kuas dan tidak menyebabkan kerontokan. Sabun wajah dengan pH seimbang juga dapat digunakan sebagai alternatif.
- Gosok Perlahan di Telapak Tangan atau Alas Khusus:Pijat lembut bulu kuas sambil digosok memutar di telapak tangan. Bila memiliki alas silikon bertekstur, hasilnya akan lebih maksimal karena dapat mengangkat kotoran hingga ke sela-sela bulu. Lakukan hingga air bilasan menjadi jernih, tanda bahwa sisa riasan telah terangkat sempurna.
- Bilas hingga Bersih:Pastikan tidak ada sisa busa sabun yang menempel. Busa yang tertinggal dapat membuat kuas menjadi kaku dan tidak nyaman digunakan.
- Keringkan dengan Handuk Bersih:Tekan-tekan lembut menggunakan handuk untuk menyerap air berlebih. Hindari menggosok keras karena dapat merusak atau membuat bulu kuas rontok.
- Letakkan Kuas Secara Mendatar: Tempatkan kuas di permukaan datar dengan posisi horizontal, bisa di tepi meja atau di atas handuk. Jangan menegakkan kuas karena air dapat merembes ke gagang dan merusak perekat. Biarkan kering secara alami, hindari penggunaan pengering rambut karena panas dapat membuat bulu kuas kering dan rapuh.
Perhatikan Hal Ini agar Kuas Rias Tetap Awet Selain rutin dibersihkan, ada beberapa cara merawat kuas rias supaya tidak cepat rusak dan tahan lama:
Hindari Merendam Seluruh Bagian Kuas
Sejumlah pengguna kerap keliru dengan merendam seluruh bagian kuas ke dalam air. Padahal, cara ini justru merusak. Air yang masuk ke pangkal gagang dapat melunakkan perekat, sehingga bulu kuas mudah rontok. Cukup basahi bagian bulunya saja, jangan sampai seluruh gagang terendam.
Gunakan Pembersih yang Lembut
Sabun wajah atau sampo bayi merupakan pilihan terbaik untuk membersihkan kuas. Hindari penggunaan deterjen pakaian atau sabun pencuci piring yang mengandung bahan kimia keras. Deterjen dapat membuat bulu kuas menjadi kering, kaku, bahkan berubah tekstur. Kini tersedia pula sabun khusus pembersih kuas dengan formula yang lebih aman.
Jangan Berbagi Kuas dengan Orang Lain
Ini merupakan prinsip penting yang kerap diabaikan. Meminjamkan kuas kepada orang lain sama artinya dengan berbagi bakteri. Terlebih jika salah satu pengguna memiliki masalah kulit seperti jerawat atau herpes, risiko penularan semakin besar. Kuas rias bersifat personal, sama halnya dengan sikat gigi.
Ganti Kuas yang Sudah Rusak
Apabila bulu kuas sudah banyak yang rontok, bentuknya tidak beraturan, atau teksturnya menjadi kasar, berarti sudah saatnya diganti. Kuas yang rusak tidak hanya membuat hasil riasan tidak maksimal, tetapi juga dapat melukai kulit. Kuas berkualitas baik umumnya dapat bertahan 1-3 tahun bila dirawat dengan benar.
Simpan di Tempat yang Kering dan Berventilasi
Hindari menyimpan kuas di dalam tas tertutup rapat dalam kondisi lembap. Tempat penyimpanan ideal adalah wadah terbuka atau tempat khusus kuas, diletakkan di ruangan yang kering dan memiliki sirkulasi udara baik. Hindari menyimpan di kamar mandi yang lembap karena menjadi tempat ideal bagi pertumbuhan jamur dan bakteri.
Angin-anginkan Secara Berkala
Sesekali, angin-anginkan kuas di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Udara segar dapat membantu membunuh bakteri dan menghilangkan bau tidak sedap yang mungkin muncul.
Membersihkan kuas rias bukan sekadar menjaga kebersihan alat, melainkan investasi bagi kesehatan kulit wajah. Dengan melakukan perawatan sederhana secara rutin setiap minggu, berbagai masalah kulit seperti jerawat, iritasi, hingga infeksi dapat dicegah. Lebih dari itu, hasil riasan pun akan tampak lebih halus dan merata karena bulu kuas yang bersih mampu mengaplikasikan produk tanpa gumpalan atau noda. Kuas yang terawat juga lebih awet dan tahan lama, sehingga menghemat biaya penggantian dalam jangka panjang. Investasi waktu 10-15 menit seminggu untuk mencuci kuas jauh lebih ekonomis dibandingkan harus membeli kuas baru berulang kali atau mengeluarkan biaya perawatan kulit akibat masalah yang ditimbulkan kuas kotor. Kulit yang sehat dimulai dari kebersihan alat yang menyentuhnya setiap hari, dan kuas yang bersih adalah langkah sederhana namun fundamental dalam menjaga kesehatan serta kecantikan kulit.
Penulis: Annisa Aulia Mujiono Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya-Magang Jawa Pos Radar Kediri
Editor : Karen Wibi