Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Cantik di Tengah Keringat, Bolehkah Pakai Makeup Saat Olahraga?

Internship Radar Kediri • Kamis, 2 Oktober 2025 | 19:00 WIB
Menggunakan makeup saat berolahraga
Menggunakan makeup saat berolahraga

JP RADAR NGANJUK-Berdandan saat berolahraga kini semakin jamak dijumpai di pusat-pusat kebugaran. Sebagian orang, terutama kaum perempuan, memilih tampil dengan riasan ringan entah itu sekadar BB cream, bedak, atau bahkan makeup lengkap ketika menghadiri sesi latihan atau kelas olahraga bersama. Alasannya beragam, mulai dari meningkatkan kepercayaan diri, menutupi kekurangan pada wajah, hingga keinginan tampil menarik di hadapan sesama peserta.

Apa yang Terjadi pada Kulit Saat Berolahraga

Saat melakukan aktivitas fisik, tubuh mengalami peningkatan suhu yang memicu pelebaran pori-pori kulit. Sebagai respons alami, kulit akan memproduksi keringat dan sebum untuk membantu proses pendinginan tubuh. Berdasarkan catatan Journal of Cosmetic Dermatology, pemakaian foundation ketika melakukan aktivitas aerobik dapat mengganggu keseimbangan produksi minyak pada kulit. Bagian wajah yang terlapisi riasan justru kehilangan kelembapan naturalnya dan berpotensi mengalami sumbatan pada pori-pori. Dengan kata lain, riasan tebal dapat menghalangi keluarnya keringat dan minyak yang seharusnya dilepaskan secara alami oleh kulit. Dampaknya, kulit menjadi lebih mudah mengalami masalah jerawat atau iritasi.

Plus-Minus Makeup Saat Olahraga 

Kelebihan

Sebagian orang merasa kurang percaya diri ketika tampil tanpa riasan saat berolahraga. Penggunaan produk ringan seperti tinted moisturizer atau BB cream dapat memberikan kesan wajah yang lebih segar dan cerah, sehingga meningkatkan rasa nyaman saat beraktivitas.

Bagi mereka yang berolahraga di area terbuka, produk makeup yang mengandung SPF dapat berfungsi sebagai pelindung tambahan dari paparan sinar matahari. Meskipun tidak menggantikan tabir surya, lapisan proteksi ekstra ini tetap bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit.Dari sisi psikologis, kepercayaan diri yang timbul dari penampilan yang menarik ternyata dapat memengaruhi kedisiplinan seseorang dalam menjalani pola hidup sehat. Ketika merasa nyaman dengan penampilannya, seseorang cenderung lebih konsisten dan termotivasi untuk rutin berolahraga.

Kekurangan

Salah satu risiko utama penggunaan makeup saat berolahraga adalah tersumbatnya pori-pori kulit. Klikdokter dalam lamannya menjelaskan riasan yang tebal dapat memerangkap keringat, bakteri, dan minyak di dalam pori-pori sehingga berpotensi memicu timbulnya jerawat dan masalah kulit lainnya.

Masalah berikutnya adalah riasan yang mudah luntur akibat keringat. Produk makeup yang tidak diformulasikan khusus untuk menahan keringat akan mudah bergeser dan memudar. Alih-alih membuat wajah terlihat segar, riasan yang luntur justru memberikan kesan kusam dan tidak rapi pada penampilan.

Dari aspek kesehatan kulit, penelitian di bidang dermatologi mengungkapkan bahwa kulit yang terlapisi riasan saat melakukan aktivitas fisik tidak dapat menjalankan fungsinya secara maksimal dalam mengatur suhu tubuh. Lapisan makeup menghambat proses alami kulit untuk melepaskan panas, sehingga dapat mengganggu mekanisme pendinginan tubuh yang seharusnya berjalan optimal.

Kapan Boleh, Kapan Sebaiknya Tidak?

Untuk olahraga ringan di rumah seperti yoga atau peregangan, makeup minimalis masih aman asalkan segera dibersihkan setelahnya. Namun, saat melakukan aktivitas intens yang menghasilkan banyak keringat seperti lari atau aerobik, sebaiknya hindari riasan tebal atau bahkan tanpa makeup sama sekali. Bagi yang berolahraga di luar ruangan, pilihlah produk ringan ber-SPF yang non-komedogenik untuk melindungi kulit tanpa menyumbat pori. Sementara itu, pemilik kulit sensitif atau berjerawat sangat disarankan untuk tidak menggunakan makeup saat berolahraga agar kondisi kulit tidak semakin memburuk.

Tren tampil natural saat berolahraga sebenarnya mulai berkembang di berbagai negara. Banyak influencer fitness dan atlet profesional justru menunjukkan bahwa kulit sehat berkilau alami pascaolahraga jauh lebih menarik daripada riasan yang luntur dan bercampur keringat.

Pada akhirnya, pilihan menggunakan makeup atau tidak saat berolahraga kembali pada prioritas masing-masing individu. Namun, memahami konsekuensi bagi kesehatan kulit dapat membantu seseorang membuat keputusan yang lebih bijak karena percaya diri sejati sejatinya terpancar dari kulit yang sehat, bukan sekadar dari lapisan kosmetik.

 

Artikel ini ditulis oleh Annisa Aulia Mujiono Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya-Magang Jawa Pos Radar Kediri 

 

Sumber Informasi:

Journal of Cosmetic Dermatology. The effect of foundation on sebum and skin condition during aerobic exercise. Diakses dari pubmed.ncbi.nlm.nih.gov 

Klikdokter. Olahraga dengan wajah penuh makeup, ini efeknya pada kulit. Diakses dari klikdokter.com klikdokter.com.

 

 

Editor : Karen Wibi
#keringat #make up #olahraga #sunscreen #skincare