JP RADAR NGANJUK-Saat memperkenalkan produk skincare baru—terutama yang mengandung bahan aktif seperti retinoid, AHA, BHA—banyak orang mengalami reaksi di kulit yang tampak seperti breakout: muncul jerawat, komedo, kulit kering atau mengelupas. Biasanya ini disebut purging.
Tapi apa sebenarnya purging itu? Apakah ini reaksi buruk, atau justru pertanda bahwa skincare baru tersebut bekerja? Mari kita lihat berdasarkan studi dan pendapat dermatolog yang terpercaya. Artikel What Is Skin Purging? The Secrets to Deciphering — and Stopping — Skin Purging dari Healthline menjelaskan bahwa poin-penting kenapa kulit bisa mengalami purging setelah memakai produk baru:
Apa Itu Purging?
Purging adalah reaksi sementara terhadap bahan aktif yang mempercepat pergantian sel kulit (cell turnover). Ketika ini terjadi, sel kulit mati, sebum, dan kotoran yang sebelumnya “tersembunyi” di dalam pori-pori dipaksa naik ke permukaan. Akibatnya, muncul jerawat, komedo, atau bintil kecil di area yang biasanya sering kamu breakout.
Baca Juga: Kandungan Skincare Paling Efektif untuk Anti-Aging
Apa Bahan Skincare yang Sering Menyebabkan Purging?
Produk yang mengandung retinoid (retinol, tretinoin), asam (AHA, BHA), bahan eksfoliasi kimia, dan terkadang benzoyl peroxide bisa memicu purging. Karena mereka “mempercepat” proses regenerasi dan pengelupasan kulit.
Bagaimana Karakter Purging vs Breakout Biasa?
• Purging muncul di area yang kamu biasanya breakout (misalnya dagu, dahi) — bukan di tempat baru.
• Purging muncul cukup cepat setelah penggunaan produk baru dan biasanya membaik dalam waktu sekitar 4 – 6 minggu.
• Jenis jerawatnya cenderung whiteheads, blackheads, dan komedo kecil, bukan jerawat cystic besar.
Baca Juga: Skincare Minimalis: 3 Produk Saja Sudah Cukup!
Berapa Panjang Durasi Purging?
Biasanya berlangsung sekitar 4 hingga 6 minggu. Jika setelah itu kulit tidak membaik atau purging berlangsung lebih lama, mungkin itu bukan purging tapi reaksi iritasi atau alergi.
Bagaimana Cara Menghadapinya?
- Perkenalkan bahan aktif secara bertahap (misalnya gunakan 2x seminggu dulu, baru meningkat frekuensinya) agar kulit punya waktu adaptasi.
- Gunakan produk pelembap yang lembut dan cukup, untuk membantu menjaga skin barrier.
- Jangan menyentuh atau memencet jerawat yang muncul, supaya tidak meninggalkan bekas.
- Pakai sunscreen (tabir surya) tiap hari—paparan sinar UV bisa memperparah kondisi iritasi / hiperpigmentasi saat kulit sedang dalam kondisi purging.
Baca Juga: Fungsi Toner untuk Kulit: Pentingkah dalam Rutinitas Skincare?
Jadi, purging adalah fenomena yang nyata dan sering terjadi ketika seseorang mulai menggunakan produk skincare baru yang mengandung bahan aktif kuat. Sementara terasa menyebalkan (kulit kelihatan makin banyak jerawat atau kusam), purging umumnya adalah tanda bahwa kulit sedang “membersihkan diri” di dalamnya dan mempercepat proses regenerasi.
Namun, penting untuk membedakan purging dengan reaksi iritasi atau alergi yang nyata. Jika kondisi kulit makin parah, rasa nyeri, kemerahan ekstrem, atau purging berlangsung lebih dari 6 minggu, sebaiknya hentikan penggunaan dan konsultasi ke dokter kulit.
Perawatan yang lembut, konsistensi, dan perlindungan terhadap sinar matahari akan membantu mempercepat proses adaptasi dan mengurangi risiko efek samping selama fase purging.
Baca Juga: Rekomendasi Skincare Korea dengan Snail Mucin: Rahasia Kulit Glowing dan Mulus
Penulis: Redinta Rachma Ayshafa - Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Karen Wibi