JP RADAR NGANJUK-Menghias kuku memang bisa membuat penampilan lebih menarik dan meningkatkan rasa percaya diri. Namun, jika caranya tidak tepat, kuku justru bisa mengalami kerusakan seperti menjadi rapuh, menipis, mudah mengelupas, bahkan mengalami infeksi ringan. Mari kita bahas lima kesalahan yang paling sering terjadi beserta cara mencegahnya agar kuku tetap sehat dan cantik.
1. Mengampelas Permukaan Kuku Terlalu Dalam
Saat akan melakukan nail art, kuku biasanya diampelas terlebih dahulu supaya cat atau bahan nail art bisa menempel dengan baik. Masalahnya, kalau pengamplasan dilakukan terlalu kuat atau terlalu sering, lapisan pelindung kuku yang terbuat dari protein keratin bisa terkikis. Akibatnya, kuku jadi gampang retak atau mengelupas.
Untuk mencegah hal ini, pakailah kikir kuku yang permukaannya halus dan gerakkan hanya ke satu arah saja, jangan bolak-balik. Hindari mengampelas terlalu dalam sampai mendekati dasar kuku. Cukup ratakan permukaan secukupnya agar cat bisa menempel tanpa harus mengikis terlalu banyak lapisan kuku alami.
2. Pakai Gel atau Kuku Akrilik Terus-menerus Tanpa Istirahat
Memasang gel polish atau kuku akrilik secara berturut-turut tanpa memberi waktu istirahat bisa membebani kuku asli. Berdasarkan penelitian, sekitar tiga perempat orang yang rutin memakai gel mengalami perubahan pada kuku seperti melemah, muncul garis putih, atau permukaan kuku yang mengelupas. Selain itu, bahan kimia dalam produk gel atau lem kuku bisa memicu reaksi alergi atau iritasi pada kulit di sekitar kuku.
Sebaiknya beri jeda istirahat selama 1-2 minggu setelah melepas nail art sebelum memasang yang baru. Pilih produk gel yang bisa direndam dan dilepas dengan remover khusus agar proses pelepasan lebih aman untuk kuku. Selama masa istirahat, kamu bisa merawat kuku dengan minyak kutikula atau pelembap khusus untuk memperkuat kembali struktur kuku.
3. Mengelupas atau Mencongkel Nail Art Secara Paksa
Ini adalah kesalahan paling berbahaya. Banyak orang yang tidak sabar lalu mencongkel atau mengelupas cat kuku gel dengan paksa. Cara ini bisa merusak lapisan kuku karena ikut terangkat, sehingga kuku menjadi tipis atau bahkan robek.
Solusinya, gunakan cairan pelepas khusus yang mengandung aseton. Rendam kuku sesuai waktu yang dianjurkan, biasanya sekitar 10-15 menit, lalu bersihkan sisa gel dengan lembut menggunakan stik kayu atau kain halus. Jangan pernah paksa melepasnya dengan cara dicongkel. Kesabaran dalam proses ini akan menyelamatkan kukumu dari kerusakan jangka panjang.
4. Terlalu Sering Terpapar Sinar UV dari Lampu Pengering
Nail art jenis gel biasanya dikeringkan menggunakan lampu UV atau LED. Hasil riset menunjukkan bahwa sinar UV dari lampu ini bisa merusak sel-sel kulit dan DNA, meski hubungannya dengan kanker masih perlu diteliti lebih lanjut. Yang jelas, paparan sinar UV berulang kali bisa mempercepat penuaan kulit di area sekitar kuku.
Langkah perlindungan yang bisa dilakukan adalah mengoleskan tabir surya di tangan sebelum proses pengeringan, atau gunakan sarung tangan pelindung UV dengan bagian ujung jari yang terbuka. Batasi frekuensi melakukan manikur gel, jangan terlalu sering dalam waktu berdekatan. Jika memungkinkan, pilih salon yang menggunakan lampu LED karena waktu curingnya lebih singkat dibanding lampu UV konvensional.
Baca Juga: Rahasia Tangan Lembut dan Kuku Kuat yang Bisa Anda Lakukan di Rumah
5. Kebersihan Alat yang Buruk
Alat-alat nail art seperti kuas, kikir, dan peralatan lainnya bisa menjadi sarang kuman atau jamur kalau tidak dibersihkan dengan benar. Penelitian menunjukkan bahwa kuku buatan cenderung menampung lebih banyak bakteri dibandingkan kuku alami. Produk nail art untuk penggunaan di rumah juga sering tidak dilengkapi panduan kebersihan yang jelas, sehingga risiko iritasi atau infeksi menjadi lebih tinggi.
Pastikan untuk membersihkan semua alat dengan alkohol 70% setelah dipakai. Rendam kuas dan alat kecil lainnya secara rutin, minimal seminggu sekali untuk penggunaan pribadi. Buang kapas atau tisu bekas dengan benar, dan jangan berbagi alat dengan orang lain tanpa disterilkan terlebih dahulu. Jika menggunakan jasa salon, perhatikan apakah mereka mensterilkan alat dengan benar sebelum digunakan pada pelanggan berikutnya.
Nail art memang bisa mempercantik penampilan, tapi kalau dilakukan dengan cara yang salah justru bisa merusak kuku. Lima kesalahan utama yang perlu dihindari adalah mengampelas terlalu dalam, tidak memberi jeda istirahat, melepas nail art secara paksa, terlalu sering terpapar sinar UV, dan kebersihan alat yang buruk.
Dengan langkah sederhana seperti memilih produk yang tepat, memberi waktu istirahat untuk kuku, membersihkan alat dengan baik, dan melindungi kulit dari paparan sinar UV, kamu bisa tetap tampil cantik dengan kuku yang sehat dan kuat. Ingat, kuku yang sehat adalah fondasi dari nail art yang cantik dan tahan lama.
Artikel ini ditulis oleh Annisa Aulia Mujiono Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya-Magang Jawa Pos Radar Kediri
Editor : Karen Wibi