JP RADAR NGANJUK-Banyak orang mengeluhkan hasil nail art mereka mudah rusak, padahal baru saja dikerjakan beberapa hari lalu. Penyebabnya seringkali bukan terletak pada kualitas cat atau peralatan yang digunakan, melainkan pada persiapan kuku sebelum mulai menghias. Kuku yang masih kotor, kurang lembab, atau kondisinya lemah akan membuat hasil akhir terlihat berantakan dan tidak tahan lama.
Sebelum menghabiskan uang untuk mempercantik kuku, ada baiknya meluangkan waktu sejenak untuk mempersiapkan kuku dengan baik. Berikut tujuh tahapan perawatan mendasar yang bisa Anda praktikkan sendiri di rumah supaya nail art tampak menawan layaknya hasil dari salon profesional.
1. Bersihkan Kuku dari Sisa Cat Lama
Tahap awal, pastikan kuku sudah bersih total dari sisa pewarna atau kotoran yang menempel. Pakailah pembersih cat kuku yang tidak mengandung aseton supaya permukaan kuku tidak menjadi kering dan terlihat kusam. Kandungan aseton yang terlalu keras dapat menggerus minyak alami pada kuku, sehingga membuatnya lebih gampang rapuh dan retak.
Sebagai pilihan lain, gunakan produk pembersih dengan formula yang lebih lembut, misalnya yang diperkaya dengan aloe vera, atau vitamin E. Selain lebih aman untuk kesehatan kuku, bahan-bahan alami ini juga membantu menjaga kelembapan agar kuku tetap elastis dan tidak mudah patah.
2. Rendam Kuku dalam Air Hangat
Rendam kuku dalam air hangat selama lima sampai sepuluh menit untuk melunakkan kutikula sekaligus mengangkat kotoran yang masih tersisa di sela-sela kuku. Jika ingin, tambahkan sedikit garam atau air perasan lemon agar mendapatkan manfaat antibakteri secara alami.
Merendam kuku dengan air hangat juga bermanfaat untuk memperlancar aliran darah di area sekitar kuku. Hal ini membuat kuku tumbuh lebih kuat dan tampak berkilau secara alami yang menjadi dasar penting sebelum mulai mengoleskan lapisan cat.
3. Rapikan Kutikula, Jangan Asal Gunting
Kutikula berfungsi sebagai pelindung alami yang mencegah masuknya bakteri dan jamur ke dalam kuku. Oleh karena itu, hindari memotongnya terlalu dalam. Cukup dorong secara perlahan menggunakan alat pendorong kutikula setelah kuku direndam agar teksturnya menjadi lunak. Kutikula yang bersih dan tertata rapi akan membuat tampilan nail art terlihat lebih profesional. Perlu diingat, perawatan yang baik tidak harus menimbulkan rasa sakit.
4. Potong dan Bentuk Kuku Sesuai Keinginan
Tentukan bentuk kuku sesuai dengan selera Anda, seperti persegi, oval, almond, atau coffin. Gunakan gunting kuku yang bersih, lalu haluskan ujung kuku menggunakan kikir kuku. Saat mengikir, lakukan gerakan ke satu arah saja agar kuku tidak terbelah atau rusak. Kuku dengan panjang yang seimbang akan membuat tampilan nail art terlihat lebih simetris dan elegan.
Baca Juga: Rahasia Tangan Lembut dan Kuku Kuat yang Bisa Anda Lakukan di Rumah
5. Gunakan Pelembap dan Minyak Kutikula
Setelah kuku dibentuk, jangan lupa untuk melembapkannya. Oleskan pelembap ringan atau minyak kutikula di sekitar area kuku agar kelembutan kulit tetap terjaga. Minyak alami seperti jojoba, argan, atau almond dapat membantu menjaga lapisan keratin kuku agar tetap kuat dan sehat.
Riset yang dilakukan oleh Grigale-Sorocina dkk. pada tahun 2024 dalam jurnal Materials Science (Medžiagotyra) menemukan bahwa bahan-bahan alami yang memiliki sifat melembapkan mampu meningkatkan daya lekat cat kuku sekaligus mencegah kuku menjadi rapuh akibat proses pewarnaan dan pengeringan gel. Dengan kata lain, perawatan awal menggunakan minyak dan pelembap bukan hanya bertujuan mempercantik tampilan, tetapi juga memperkuat struktur kuku dari dalam.
6. Oleskan Base Coat Sebelum Pewarnaan
Tahap penting yang sering terlewatkan adalah penggunaan lapisan dasar atau base coat. Lapisan ini berfungsi melindungi kuku dari noda pigmen cat dan membantu hasil nail art menempel lebih lama. Selain itu, base coat juga memberikan permukaan yang lebih halus sehingga warna cat terlihat lebih merata.Apabila Anda sering mengganti warna cat kuku, base coat merupakan investasi kecil yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan kuku dalam jangka panjang.
7. Hindari Mengecat Kuku Setelah Cuci Tangan
Kuku yang baru saja dicuci masih menyimpan sisa air pada lapisan bawahnya. Apabila langsung diberi cat, air tersebut dapat mendorong cat terangkat dan membuat hasil nail art cepat mengelupas. Oleh karena itu, sebaiknya tunggu sekitar 15 hingga 20 menit setelah mencuci tangan sebelum mulai mengecat kuku. Langkah sederhana ini sering diabaikan, padahal sangat berpengaruh terhadap daya tahan cat kuku.
Merawat kuku sebelum nail art bukan hanya sekadar rutinitas kecantikan, tetapi juga bentuk perhatian terhadap kesehatan tubuh. Kuku yang kuat, lembap, dan bersih akan lebih siap menerima lapisan cat tanpa mengalami kerusakan.
Dengan tujuh langkah sederhana di atas, Anda dapat menikmati nail art yang lebih awet, mengkilap, dan tentu saja menambah rasa percaya diri. Sebab, di balik kuku yang cantik, terdapat perawatan telaten yang tidak kalah penting.
Artikel ini ditulis oleh Annisa Aulia Mujiono Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya-Magang Jawa Pos Radar Kediri
Editor : Karen Wibi