Pada beberapa kasus, tanaman tampak sakit setelah diguyur hujan. Tanaman layu, daun menguning, akar melunak, dan tumbuh jamur di permukaan tanah adalah beberapa masalah yang patut Anda waspadai.
Musim hujan membuat kelembapan udara tinggi. Situasi ini menjadi lahan yang ideal bagi penyakit tanaman untuk berkembang. Perlahan-lahan tanaman Anda akan layu kemudian mati.
Sweester, seorang gardener dan pebisnis tanaman membagikan pengalamannya. Saat musim hujan tiba, daun mentimun, labu siam, dan melon miliknya menunjukkan tanda-tanda penyakit jamur. Jamur yang berkembang ini merusak daun, buah, dan batang hingga menyebabkan tanamannya mati.
Selain serangan penyakit, musim hujan juga menghambat proses penyerbukan alami. Lebah, kupu-kupu, dan hewan penyerbuk lain tidak bisa bekerja di musim ini.
Serangan serangga pun tidak bisa dihindari. Siput akan menjadi penghuni baru pada tanaman Anda. Kutu kebul muncul tak terkendali, ulat ada di mana-mana, dan kumbang pun bisa masuk. Lalu, apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan tanaman Anda?
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memberi pupuk organik untuk menggantikan nutrisi yang hanyut terbawa air hujan. Hal ini sangat dibutuhkan terutama untuk tanaman dalam pot.
Selain itu, jangan menginjak tanah yang masih basah. Tanah basah yang diinjak akan lebih mudah memadat. Akar sulit bernapas jika kondisi tanah padat.
Jika tanaman berpotensi mati segera lakukan stek. Batang yang penuh air lebih mudah tumbuh akar baru. Anda bisa menyelamatkan tanaman kesayangan dengan cara ini.
Upayakan perbaikan drainase semaksimal mungkin. Periksa pot untuk memastikan lubang drainase tidak tersumbat. Ini adalah langkah paling dasar untuk menjaga tanaman Anda tidak tergenang.
Pertimbangkan untuk membuat area tanam lebih tinggi guna mencegah genangan. Jika area kebun sering tergenang, manfaatkan area itu untuk tanaman yang memang mampu bertahan di tempat lembap.
Artikel ini ditulis oleh Widia Isnaini Rochmatun Nikmah Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Karen Wibi