Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Membedah Fashion Style Anak Muda: Dari Streetwear sampai Y2K, Apa Bedanya?

Internship Radar Kediri • Senin, 24 November 2025 | 22:25 WIB

Gaya santai ala Streetwear. (Foto: Freepik.com)
Gaya santai ala Streetwear. (Foto: Freepik.com)

JP Radar Nganjuk – Perputaran dunia fashion anak muda memang sangat cepat. Setiap tahunnya selalu muncul tren berpakaian hingga istilah baru untuk menggambarkan identitas visual generasi sekarang.

Dari banyaknya gaya yang berseliweran di sosial media akhir-akhir ini, berikut rangkuman 5 istilah fashion style yang paling mencuri perhatian:

  1. Streetwear: Gaya Nyaman dan Nyantai

Gaya ini muncul dari budaya skateboard dan hip-hop tahun 90-an yang tumbuh menjadi gaya universal bagi anak muda. Ciri khasnya adalah hoodie oversized, t-shirt grafis, celana baggy jeans atau cargo, sneakers chuncky, dan topi bucket. Semua itu mencerminkan keyword dari gaya ini yaitu comfort dan confidence.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Celana Cargo Favorit Anak Skena, Bikin Tampilan Makin Street Style

  1. Vintage Style: Lama tapi Tidak Usang

Seperti namanya, gaya berpakaian ini terinspirasi dari tren berpakaian di masa lalu. Tidak tahu kapan tepatnya, namun sering kali merujuk pada era 70-an hingga 90-an. Gayanya cukup identik yakni dengan nuansa nostalgia dan unik dari cutting pakaian hingga aksesoris.

Ciri khas biasanya adalah pakaian berbahan denim klasik, kemeja motif floral, polkadot, dan garis, celana high waist, serta aksesoris tas kulit dan kaca mata bulat. Anak muda yang menggemari fashion style ini suka untuk tampil beda dan menghargai kisah dari setiap helaian pakaian yang dikenakan.

  1. Y2K: Kembali ke Awal Tahun 2000-an

Tren berpakaian ini adalah bentuk nostalgia terhadap mode awal 2000-an atau awal milinium baru. Punya ciri khas yang glam, futuristic, dan ada nilai “over the top”. Selain itu, gaya ini punya color palette yang berani, seperti pink, ungu, biru elektri atau perak metalik yang nyentrik.

  1. Blockcore: Paduan Santai dan Jersey Sporty

Fashion style ini terinspirasi dari dunia olahraga, terutama sepak bola. Perpaduan yang ditampilkan adalah jersey dengan celana jeans untuk tetap memberikan Kesan yang sporty dan casual. Nama “Block” diambil dari konsep jersey olahraga yang selalu punya pola dan warna tegas berani.

Ciri khas yang lebih spesifik adalah pemakaian jersey klub bola favorit atau jaket windbreaker sebagai atasan dan celana training atau jeans baggy sebagai bawahan. Gaya ini hadir sebagai ekspresi kesukaan seseorang pada olahraga atau klub andalan mereka.

  1. Indie Style: Gaya Bebas Berekspresi

Kata indie berasal dari kata independent yang artinya mandiri. Berbeda dengan beberapa gaya sebelumnya, indie style punya kebebasan berekspresi sesuai dengan kepribadian dan pemakai, jadi tidak berpaku ada tren terbaru.

Ciri khas yang paling mencolok terdapat pada mix and match atau perpaduan yang unik tidak biasa. Memang siapa yang terpikirkan untuk memadukan dress dengan celana panjang jika bukan indie style? Gaya yang satu ini memang cukup unik dan tidak bisa ditentukan oleh satu item saja.

Anak muda dengan gaya berpakaian ini menggambarkan tentang keberanian untuk tampil apa adanya dan tidak selalu mengikuti arus utama.

Tren fashion memang selalu berubah, tapi esistensinya selalu sama. Yakni sebagai media perantara untuk mengekspresikan diri. Apapun gaya yang dipilih, vintage yang penuh unsur nostalgia, blockcore yang santai dan sporty, atau indie yang penuh kebebasan perpaduan.

Pada akhirnya fashion bukan hanya soal pakaian yang dipakai, tapi tentang kenyamanan diri, rasa percaya diri, dan menunjukkan jati diri.

 

Artikel ini ditulis oleh Karunia Syifa Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya.

Editor : Karen Wibi
#gaya #vintage style #styling #gaya berpakaian #fashion #Y2K #Fashion Tips #Style #street wear