Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Jangan Kaget! 5 Kebiasaan "Nyeleneh" Mahasiswa Jerman yang Bikin Pendatang Heran sampai Geleng-Geleng

Internship Radar Kediri • Selasa, 2 Desember 2025 | 23:46 WIB
Mahasiswa Jerman punya kebiasaan unik yang sering bikin pendatang heran
Mahasiswa Jerman punya kebiasaan unik yang sering bikin pendatang heran

JP RADAR NGANJUK Setiap negara memiliki karakter budayanya sendiri, dan Jerman dikenal dengan aturan serta kebiasaan yang unik. Bagi calon mahasiswa yang akan belajar di sana, memahami norma-norma tidak tertulis ini sangat penting agar tidak mengalami culture shock. Mulai dari cara memberi apresiasi hingga struktur sosial yang berbeda, berikut sejumlah kebiasaan mahasiswa Jerman yang layak kamu ketahui.

Kebiasaan pertama adalah ketukan meja khas Jerman. Di akhir kuliah, mahasiswa tidak memberikan tepuk tangan seperti di banyak negara lain, melainkan mengetuk meja mereka dengan keras. Ini merupakan bentuk penghargaan terhadap dosen. Semakin lantang bunyinya, semakin besar pula apresiasi atas materi yang disampaikan. Jadi, bila kamu mendengar suara ketukan itu, jangan kaget—ikuti saja sebagai tanda hormat.

 

Kebiasaan kedua terkait penggunaan bahasa formal dan informal. Bahasa Jerman membedakan sapaan formal Sie (Anda) dan informal du (kamu). Menariknya, sesama mahasiswa hampir selalu menggunakan du karena dianggap lebih akrab. Namun, hal ini tidak berlaku bagi dosen atau orang yang lebih tua, yang tetap disapa dengan Sie demi menjaga kesopanan. Kesalahan dalam memilih sapaan bisa dianggap tidak sopan, jadi penting untuk berhati-hati.

Selanjutnya adalah budaya ketepatan waktu yang sangat dijunjung tinggi. Bagi masyarakat Jerman, datang tepat waktu adalah bentuk penghargaan terhadap orang lain. Konsep “jam karet” hampir tidak ditemui. Jika jadwal bimbingan adalah pukul 10.00, hadir lebih awal—misalnya pukul 09.55—merupakan kebiasaan yang baik. Terlambat sedikit saja seringkali mengharuskan mahasiswa mengatur ulang pertemuan karena waktu dosen dianggap sangat berharga.

 

Kebiasaan keempat berkaitan dengan hubungan antara dosen dan mahasiswa, yang cenderung santai namun profesional. Mahasiswa tidak perlu melakukan pendekatan berlebih untuk mendapat perhatian dosen. Cukup kirim email atau pesan yang sopan untuk menanyakan waktu konsultasi, dan dosen akan memberikan jadwal yang tersedia. Sistem ini membuat proses komunikasi menjadi lebih terbuka dan efisien.

Kebiasaan terakhir adalah manfaat besar dari kartu identitas mahasiswa. Studentenausweis menjadi kunci untuk menikmati berbagai potongan harga. Mulai dari transportasi umum, tiket museum, pertunjukan opera, hingga fasilitas olahraga, semuanya dapat diakses dengan tarif lebih murah. Di beberapa situasi, mahasiswa bahkan bisa mendapatkan tempat tinggal di asrama dengan biaya sangat terjangkau.

 

Dengan memahami lima kebiasaan ini, mahasiswa asing dapat lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan akademik di Jerman. Kebiasaan tersebut mencerminkan nilai-nilai penting dalam budaya Jerman, seperti efisiensi, penghargaan, dan kesetaraan. Menghadapi perbedaan ini dengan sikap terbuka akan membantu kamu menikmati perjalanan studi dengan lebih nyaman.

 

Dita Amelia Ningsih 

Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya 

Editor : Karen Wibi
#kebiasaan unik #Mahasiswa Jerman #fakta unik #Budaya Jerman #gaya hidup