JP RADAR NGANJUK Banyak orang pernah mengalami sensasi panas menusuk di tangan setelah mengiris cabai rawit atau mengulek sambal. Rasa terbakar tersebut bukanlah sekadar sugesti, melainkan reaksi fisiologis akibat paparan capsaicin—komponen aktif yang membuat cabai terasa pedas. Senyawa inilah yang memicu sensasi “tangan panas” yang dapat berlangsung cukup lama bila tidak ditangani dengan benar.
Capsaicin menempel pada reseptor saraf kulit bernama TRPV1, yaitu reseptor yang biasanya merespons panas fisik. Ketika reseptor ini diaktifkan oleh capsaicin, otak menerima sinyal seolah-olah kulit sedang bersentuhan dengan benda panas. Meski sensasinya mengganggu, kondisi ini tidak berbahaya dan bisa diatasi dengan bahan-bahan sederhana di rumah. Hal penting yang perlu dipahami adalah bahwa capsaicin bersifat larut dalam minyak dan alkohol, bukan air.
Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mencuci tangan menggunakan sabun cuci piring. Sabun jenis ini dirancang untuk memecah minyak, sehingga efektif menghilangkan capsaicin yang menempel. Gosokkan secara menyeluruh pada seluruh permukaan tangan, termasuk bagian bawah kuku, lalu bilas. Jika rasa panas belum hilang, oleskan minyak sayur atau minyak zaitun. Minyak membantu melarutkan capsaicin, lalu cuci kembali tangan dengan sabun untuk membersihkannya.
Gel lidah buaya dapat digunakan untuk memberikan sensasi dingin yang cepat. Oleskan gel secara langsung pada kulit untuk meredakan panas berkat sifat antiradang dan efek menenangkannya. Alternatif lain adalah merendam tangan dalam susu atau yoghurt. Kandungan kasein dalam produk susu bekerja seperti pembersih alami yang menangkap molekul capsaicin dan mengangkatnya dari kulit.
Baking soda juga bisa menjadi solusi. Campurkan baking soda dan sedikit air hingga membentuk pasta, lalu aplikasikan pada area yang panas. Setelah mengering, pasta tersebut akan membantu menyerap minyak yang membawa capsaicin. Selain itu, bahan asam seperti cuka atau perasan lemon dapat digunakan untuk merendam tangan. Meski kadang menimbulkan rasa perih pada kulit sensitif, sifat asamnya membantu memecah senyawa capsaicin.
Sebagai opsi tambahan, madu murni dapat dioleskan untuk menenangkan kulit. Sifat antiradang dan antibakterinya membantu meredakan rasa tidak nyaman. Diamkan selama 10–15 menit sebelum membilasnya. Hal yang sangat penting adalah menghindari menyentuh mata, hidung, atau area sensitif lainnya sebelum memastikan tangan benar-benar bebas dari residu capsaicin. Dengan menerapkan metode-metode sederhana ini, sensasi panas akibat cabai dapat mereda dan aktivitas dapat dilanjutkan dengan nyaman.
Dita Amelia Ningsih
Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Karen Wibi