Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Panduan Aquascape untuk Pemula: Antara Terapi Ketenangan dan Seni Merawat

Dedy Nurhamsyah • Sabtu, 28 Februari 2026 | 08:44 WIB

KEREN: Tanaman menghiasi aquascape membuat orang yang melihat menjadi tenang saat di rumah.
KEREN: Tanaman menghiasi aquascape membuat orang yang melihat menjadi tenang saat di rumah.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Aquascape banyak disukai orang. Puncaknya adalah ketika pandemi. Setiap bulannya ada ratusan orang yang berbelanja keperluan aquascape di toko milik Brendi Persia East, 34, warga Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret.

Namun seiring berjalannya waktu, jumlah penghobi aquascape terus berkurang. Dengan alasan banyak orang-orang yang tidak telaten untuk melakukan perawatan. “Aquascape itu memerlukan perawatan yang cukup rumit. Berbeda dengan ikan biasa di akuarium,” ujarnya.

Setidaknya ada tiga hal yang harus dirawat di dalam aquascape. Yakni kualitas air, tanaman air, hingga ikan. Ketiga hal itu harus berjalan beriringan. Nah, ternyata, tidak banyak orang yang bisa merawat tanaman air. Alhasil banyak tanaman air pada akuarium yang mati dan merusak estetika aquascape.

ULET: Brendi Persia East, pengusaha aquascape di Kabupaten Nganjuk.
ULET: Brendi Persia East, pengusaha aquascape di Kabupaten Nganjuk.

Lalu bagaimana cara merawat tanaman air? Brendi menjelaskan, dalam merawat tanaman air, si pemilik aquascape wajib memiliki lampu aquarium. Fungsinya adalah untuk pengganti sinar matahari. Namun lampu tersebut juga tak boleh sering-sering dinyalakan. Hanya sekitar enam hingga delapan jam per hari. Jika lebih akan banyak lumut yang muncul dan membuat keindahan tanaman air berkurang.

Penghobi aquascape juga tak boleh lupa menambahkan karbondioksida (CO2) buatan. CO2 itu disemprotkan melalui tabung khusus. Tujuannya adalah untuk memberikan asupan makanan ke tanaman. “Setiap harinya juga wajib ada pupuk cair yang diberikan ke tanaman,” tambahnya.

PERAWATAN RUMIT: Pemilik aquascape harus mengatur CO2 agar tanaman di akuarium tidak mati.
PERAWATAN RUMIT: Pemilik aquascape harus mengatur CO2 agar tanaman di akuarium tidak mati.

Sedangkan untuk kualitas air, menurut Brendi, tak perlu ada perawatan khusus. Si pemilik aquascape hanya perlu menggunakan filter pada umumnya. Namun setiap satu bulan sekali, filter tersebut wajib diganti. Begitu juga dengan 50 persen volume air yang wajib diganti setiap satu minggu sekali. “Untuk ikan itu sebenarnya hanya tambahan. Yang paling utama ya pada tanaman air,” tandasnya.

Sementara itu, Rahmandito, 30, warga Desa/Kecamatan Loceret mengaku sudah menggeluti hobi aquascape sejak beberapa tahun terakhir. Dirinya mengaku senang ketika bisa menyaksikan tanaman air yang ditanamnya bisa tumbuh subur. “Kalau lihat tanaman air di aquascape itu bisa tenang,” ujarnya. (wib/tyo)

Editor : rekian
#Kecamatan Loceret #Karbondioksida #aquascape #nganjuk #terapi