Warga Dusun Barong, Desa Mungkung, Kecamatan Loceret geger, kemarin sore. Mereka menemukan Nyaini, 52, warga setempat terkapar di ladang jagung dalam kondisi tak bernyawa. Diduga dia tewas karena dibunuh.
Nyaini ditemukan tergeletak di tengah sawah sekitar pukul 12.30 WIB. Warga awalnya tak curiga, karena memang Nyaini sehari-hari mencari rumput di sekitar. "Malah warga awalnya mengira Nyaini sedang tidur," ujar Tamaji, Ketua RT 05 Dusun Barong, Desa Mungkung, Kecamatan Loceret.
Namun saat didekati, Nyaini sudah terkapar tak bernyawa. Warga langsung meminta bantuan warga lainnya. Maklum posisi ditemukannya Janda beranak tiga itu hampir di tengah sawah. Berjarak sekitar 60 meter dari pemukiman warga.
Termasuk Tamaji yang saat itu berada di rumah. Ia pun bergegas ke lokasi kejadian. Dan memanggil petugas kepolisian untuk melaporkan kejadian tersebut. "Langsung anaknya dan warga telepon polisi. Kepala Desa (Kades) Mungkung sedang berada di luar Nganjuk, di Madiun saat itu. Katanya langsung pulang ke sini (Mungkung, Red)," ungkapnya.
Lelaki 42 tahun itu mengatakan, jika kondisi Nyaini sudah meninggal dunia. Ia mengaku melihat ada benjolan di kepala. Namun dia tak mau berspekulasi terkait kematian Nyaini. Menurutnya, biar penyidikan kepolisian yang menyimpulkan.
Yang dia tahu, warganya, Nyaini meninggal dunia di sawah pada siang hari. Ia juga tak mengetahui hasil visumnya seperti apa. "Belum ada kabar lagi dari keluarga atau polisi," ujarnya singkat kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.
Sementara itu, pihak kepolisian masih belum bisa menyimpulkan kematian Nyaini. Kepada wartawan koran ini, petugas Inafis Polres Nganjuk dan Polsek Loceret yang ada di lokasi enggan berkomentar. Alasannya masih dalam penyelidikan.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk