Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Polisi Proses Hukum Pengendara Jumping Gagal, Bikin Geram Netizen karena Aksi Konyol Pelaku saat Karnaval

Redaksi Radar Nganjuk • Rabu, 24 Juli 2024 | 17:32 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Satlantas Polres Nganjuk bergerak cepat.  Satria Buana, 19, warga Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom yang atraksi jumping saat mengendarai motor hingga menyebabkan dua penonton karnaval di Bulakrejo terluka akan diproses hukum. “Kami akan panggil pelaku untuk menjalani pemeriksaan,” tandas Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk Iptu Heri Buntoro kemarin.

Menurut Heri, aksi akrobatik Satria sangat berbahaya. Baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Apalagi, aksi itu dilakukan saat karnaval di Lingkungan Bulakrejo, Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom pada Minggu (21/7). Akibatnya, saat gagal, dua penonton karnaval terluka. Yaitu, Wisnu Wulandari, 19, dan Fathan Alfariska, 5, warga Bulakrejo. Wulandari yang mengalami luka robek pada pelipis kanan. Sedangkan Fathan mengalami lecet di pergelangan tangan kanan dan kedua kakinya. Hal itu karena sepeda motor Kawasaki Ninja yang lepas dari tangan Satria akhirnya menghantam mereka. “Sepeda motor Kawasaki Ninja sudah kami amankan sebagai barang bukti,” ujarnya.

Sayang, Heri masih enggan membeberkan pasal apa yang akan menjerat Satria atas aksi konyolnya tersebut. Dia mengatakan, masih akan melakukan pendalaman atau pemeriksaan kepada pelaku dan saksi-saksi terlebih dulu. Satria juga tidak ditahan. 

Heri mengatakan, untuk sementara, Satria sudah dikenai tilang karena mengendarai sepeda motor ugal-ugalan dan tidak memakai helm. Untuk sanksi hukum yang lain, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan. “Satlantas Polres Nganjuk sedang mendalami kasus ini,” ujarnya.

Sementara itu, aksi konyol Satria mendapat hujatan di media sosial (medsos). Hampir di semua medsos yang mengunggah aksi jumping gagal itu membuat netizen geram. Mereka menghujat pengendara motor gagal tersebut. Apalagi, aksi tak pantas ditiru itu dilakukan saat karnaval.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk