JP Radar Nganjuk – Ketegangan di kawasan Asia Selatan kembali memuncak setelah sebuah serangan mematikan terjadi di wilayah Pakistan.
Sebuah serangan rudal yang dilancarkan oleh militer India pada Rabu (7/5) dini hari waktu setempat mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di kalangan warga sipil.
Sedikitnya delapan orang dinyatakan tewas dan 35 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang menyasar beberapa titik strategis tersebut.
Baca Juga: Turis China Dituduh Mencuri Listrik Saat Mengisi Daya Ponsel di Stopkontak Umum Jepang
Menurut keterangan resmi yang disampaikan oleh juru bicara militer Pakistan, Letjen Ahmed Sharif Chaudhry, serangan tersebut bukan hanya menimbulkan korban jiwa dan luka, tetapi juga merusak sejumlah bangunan penting, termasuk sebuah masjid.
India disebut menggunakan berbagai jenis senjata canggih dalam serangan itu, dengan target enam lokasi berbeda di wilayah yang dikuasai Pakistan, termasuk kawasan sensitif di Kashmir.
Baca Juga: Fakta-Fakta Kebakaran Dahsyat yang Melahap 13.000 Hektare Lahan di Israel
Pemerintah India sendiri menyebut bahwa aksi militer ini merupakan bagian dari “Operasi Sindoor”, sebuah operasi yang mereka klaim bertujuan menghancurkan sembilan infrastruktur yang diduga kuat menjadi basis kelompok teroris di wilayah Pakistan dan Kashmir.
Tindakan ini diambil sebagai bentuk balasan atas serangan kelompok militan bersenjata yang terjadi di Pahalgam, Kashmir yang dikuasai India, pada 22 April lalu, insiden yang merenggut nyawa 26 orang.
India menuding militan yang melakukan serangan itu mendapat dukungan dari Pakistan, tuduhan yang dibantah keras oleh Islamabad.
Baca Juga: Trump Panen Hujatan Gegara Unggah Foto AI Bergaya Paus
Di sisi lain, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, merespons keras tindakan militer India tersebut.
Dalam pernyataannya, ia mengecam serangan rudal itu sebagai bentuk pelanggaran kedaulatan yang sangat serius dan menyebutnya sebagai “tindakan perang”.
Ia menegaskan bahwa Pakistan tidak akan tinggal diam dan akan memberikan respons yang sepadan atas agresi militer yang dilakukan negara tetangganya tersebut.
Baca Juga: Akibat Rudal Balistik Yaman dan Israel Bersitegang, Akankah Amerika Serikat Ikut Campur?
Ketegangan antara dua negara bertetangga yang sama-sama memiliki senjata nuklir ini memicu kekhawatiran dunia internasional.
Banyak pihak menyerukan agar kedua negara segera menahan diri dan mengutamakan jalur diplomasi demi mencegah konflik bersenjata yang lebih luas.
Penulis: Rozita Nur Azizah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira