NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kematian Dean Aulia Diah Ulhaq, 21, korban kecelakaan maut di sungai Desa Sugihwaras, Kecamatan Bagor (2/5) menjadi teka-teki. Karena keluarga menduga kematian Dean tidak karena kecelakaan.
Meski jenazah Dean ditemukan di dalam mobil yang tenggelam setelah terperosok ke sungai, tetapi ibu korban tak percaya jika anaknya meninggal dunia karena kecelakaan. Karena Dean mengenal lokasi kecelakaan dengan baik.
Dia sering melintas di tikungan tersebut. “Batin saya itu kayak nggak mungkin anak saya kecelakaan. Dia itu kalau mengemudi mobil itu alus, pelan,” ujar Etik Sri Rahayu, ibu Dean.
Usai meninggalnya anak bungsu itu masih menjadi luka yang mendalam bagi keluarga, terlebih ibunya. Dean memang sangat dekat dengan ibunya, sehingga sifat Dean pun ibunya juga sudah hafal. “Meskipun dia menyembunyikan sesuatu meskipun tidak ngomong itu saya pasti tahu,” jelasnya.
Baca Juga: Ibu Bermimpi Anak Minta Tolong, Makam Dean Korban Kecelakaan Maut Sugihwaras Dibongkar untuk Otopsi!
Etik pun sempat curiga kepada salah satu teman Dean. Sebab, sebelum kejadian, Dean yang saat itu di rumah dihubungi oleh temannya. Awalnya, Dean sempat menolak dengan ajakan temannya.
Namun, tiba-tiba raut muka Dean tampak berubah. “Pada saat ditelepon itu wajahnya tiba-tiba berubah murung, agak sedikit kesal. Batin saya kok dipaksa keluar itu siapa,” kenang Etik.
Usai menerima telpon dari temannya, Dean pun langsung bergegas keluar dengan membawa kunci mobil dan tas. Dean tidak menghiraukan pertanyan ibunya yang menanyakan mau kemana. “Tak tanya mau kemana, dia tidak menjawab,” jelasnya.
Usai Subuh, biasanya Etik memang sudah bangun karena salat tahajud dan menunggu kepulangan Dean.
Namun, saat itu Dean yang ditunggu tidak kunjung pulang. Etik pun merasa cemas. Sehingga, ia langsung menghubungi Dean melalui WhatsApp dan telpon. “Saya tunggu kok tidak pulang, saya WhatsApp centang satu, saya telepon tidak diangkat,” ungkap Etik.
Setelah menunggu, akhirnya Etik menerima kabar dari tetangga bahwa Dean mengalami kecelakaan di sungai Desa Sugihwaras, Kecamatan Bagor. Ia pun saat itu syok dan langsung bergegas menuju ke rumah sakit.
Etik pun awalnya memang tidak memperkenankan anaknya diotopsi. Namun beberapa hari setelahnya, ia mengajukan otopsi kepada pihak kepolisian, “Namanya ibu, ada firasat ada yang janggal dengan jenazah anak saya,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Polres Nganjuk melakukan otopsi pada jenazah Dean pada Kamis (5/6) lalu. hal itu usai keluarga Dean meminta Polda Jatim untuk melakukan otopsi. Hingga kemarin, hasil dari otopsi belum keluar.
Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Supriyanto mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan. Sama dengan kasus kematian Sucipto, warga Magetan yang di tubuhnya ada 21 tusukan. "Masih lidik," ujarnya. (nov/tyo)
Editor : Jauhar Yohanis