PERKETAT: Petugas Rutan Kelas IIB Nganjuk memeriksa kiriman makanan dari pembesuk. Minggu depan rutan melarang pembesuk membawa makanan untuk warga binaan.
Kasus Temuan Perkedel Rasa 100 Dobel L
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Temuan perkedel adonan 100 butir dobel L membuat Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Nganjuk waspada. Langkah tegas untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam tahanan dilakukan. Mulai minggu depan, layanan penitipan makanan dari luar untuk warga binaan resmi dihentikan.
Kebijakan ini tentu bukan tanpa sebab. Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Nganjuk Arief Budi Prasetya, mengungkapkan bahwa pengetatan dilakukan sebagai respons atas temuan modus baru penyelundupan narkoba jenis pil dobel L yang diselipkan dalam makanan kiriman. "Dengan ini kami juga harus melakukan tindakan antisipasiagar kejadian serupa tidak terulang," ujar Arief.
Kasus terbaru, petugas menemukan pil dobel L yang disisipkan di dalam perkedel. Pil tersebut dihancurkan dan diaduk menjadi satu ke dalam adonan sebelum digoreng. Beruntung, kejelian petugas jaga berhasil menggagalkan aksi tersebut sebelum barang haram itu masuk ke blok hunian.
Arief menyebut, layanan titipan makanan selama ini diberikan sebagai bentuk toleransi dan pendekatan kemanusiaan kepada keluarga warga binaan.
Namun, ketika celah ini dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab, maka perlu langkah tegas. "Di ruang kunjungan dan di blok hunian juga sudah ditempel imbauan kalau ada kejadian penyelundupan lagi ya sudah stop tidak boleh mengirim makanan atau menitip makanan lagi di sini," paparnya.
Untuk sementara, warga binaan hanya bisa mendapatkan makanan dari dapur rutan yang telah dijamin kualitas dan keamanannya. Sementara, dalam satu minggu ini keluarga yang ingin kunjungan disosialisasikan bahwa minggu depan sudah tidak ada layanan penitipan makanan.
"Kemarin mau bikin kebijakan stop pelayanan makanan tapi kami juga harus konsultasi bagian pengamanan juga, ternyata harus disosialisasikan terlebih dahulu untuk pengunjung bahwa layanan penitipan makanan untuk minggu depan sudah ditiadakan," ungkap Arief.
Lebih lanjut, Arief menjelaskan, mulai minggu depan untuk keluarga yang ingin berkunjung hanya diperbolehkan membawa badan saja. Sehingga tidak membawa makanan dari luar. Jika nantinya ingin beli jajan, hanya diperbolehkan beli makanan di dalam rutan.
Selain melakukan langkah antisipasi tersebut, Arief menyebut, pihaknya juga akan terus melakukan razia secara rutin. Razia blok hunian dan tes urine yang dilakukan secara acak."Razia dan tes urine tetap kami lakukan terus secara acak untuk warga binaan," ujarnya.