Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Keluarga Warga Binaan Rutan Nganjuk Pasrah. Ini Kebijakan Baru yang Harus Dipatuhi

Novanda Nirwana • Rabu, 16 Juli 2025 | 18:44 WIB

CEK MAKANAN: Pembesuk menunjukkan makanan kepada petugas Rutan Nganjuk sebelum dibawa masuk.
CEK MAKANAN: Pembesuk menunjukkan makanan kepada petugas Rutan Nganjuk sebelum dibawa masuk.

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk – Keluarga warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Nganjuk pasrah. Mereka tidak menolak rencana rutan melarang pembesuk membawa makanan dari luar rutan. “Dulu sudah pernah ada larangan bawa makanan dari luar. Jadi kami ngikuti saja,” ujar Pa, salah satu pembesuk asal Nganjuk. 

Menurut Pa, sebagai keluarga warga binaan, pihaknya pasrah dengan keputusan rutan. Dia akan tetap mematuhi aturan yang diterapkan. Karena baginya, keselamatan warga binaan di dalam rutan dan bisa segera berkumpul bersama keluarga jauh lebih penting.

“Soal harus beli makanan di kantin rutan untuk makanan yang boleh dikirimkan, tidak masalah,” ungkapnya. 

Setiap minggu, Pa mengaku, selalu membesuk anaknya. Karena dia sangat rindu. Harapannya, anaknya bisa segera keluar rutan. “Saya selalu bawa tempe dan tahu goreng kesukaannya,” ujarnya. 

Baca Juga: Ngeri! Perkedel Isi 100 Pil Dobel L Masuk Rutan Nganjuk. Ini Solusi Antisipatif Rutan Nganjuk

Hal senada diungkapkan Mu, pembesuk asal Baron. Baginya, aturan yang diterapkan Rutan Kelas IIB Nganjuk harus dipatuhi oleh anaknya yang ada di dalam dan keluarga warga binaan. Karena mereka di dalam rutan itu untuk menjadi pribadi yang lebih baik. “Kalau aturannya dilarang membawa makanan dari luar, ya saya manut saja,” ujarnya. 

Mu berharap, anaknya yang ada di dalam rutan bisa cukup makan dan minum. Sehingga, jika tidak dibesuk, anaknya bisa tetap makan dan minum. “Kalau nanti ada kantin ya mudah-mudahan harga makanan dan minumannya juga sama dengan di luar. Jadi, tidak memberatkan,” ujarnya. 

Sementara itu, Rutan Kelas IIB Nganjuk terus melakukan sosialisasi rencana larangan membawa makanan dari luar rutan. Seperti yang terlihat kemarin (15/7), petugas rutan mensosialisasikan kepada pengunjung yang hendak menjenguk warga binaan. Selain melakukan pengecekan makanan, mereka juga memberikan imbauan untuk tidak mengirimkan makanan untuk minggu depan. “Minggu depan larangan mengirim makanan dari luar rutan baru kami terapkan,” ujar Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Nganjuk Arief Budi Prasetya.

Baca Juga: Minggu Depan, Rutan Stop Pengiriman Makanan

Arief mengatakan, sosialisasi dilakukan secara bertahap. Dimulai dari internal warga binaan melalui apel blok, lalu diperluas kepada keluarga dan memasang banner, pamflet, serta penyampaian langsung oleh petugas saat jam kunjungan. Petugas pelayanan juga diminta untuk menjelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Dalam proses sosialisasi itu, petugas juga menekankan bahwa sebagai gantinya, rutan telah menyediakan kantin resmi dan lapak UMKM yang bisa memenuhi kebutuhan konsumsi warga binaan saat dikunjungi. Langkah ini diambil setelah petugas rutan menemukan perkedel berisi adonan dobel L yang dikirim untuk warga binaan. (nov/tyo)

Editor : Jauhar Yohanis
#rutan #kantin #nganjuk #warga binaan