Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Rutan Nganjuk Resmi Stop Makanan dari Luar. Mengapa?

Novanda Nirwana • Senin, 21 Juli 2025 | 12:00 WIB

pembesuk tak boleh membawa makanan dari luar lagi
pembesuk tak boleh membawa makanan dari luar lagi

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk - Layanan penitipan atau pengiriman makanan dari luar untuk warga binaan di Rutan Kelas IIB Nganjuk resmi ditutup. Keputusan tersebut mulai diberlakukan hari ini (21/7). Ini sebagai langkah tegas untuk mencegah penyelundupan narkoba dan barang terlarang lainnya ke dalam lingkungan rutan.

Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk Arief Budi Prasetya, membenarkan bahwa hari ini merupakan hari pertama penerapan penuh larangan kirim makanan dari luar. Pihaknya telah melakukan sosialisasi selama beberapa hari terakhir agar masyarakat tidak kaget saat aturan resmi diberlakukan. “Kami ingin menciptakan lingkungan rutan yang lebih aman dan bebas dari peredaran narkoba,” tegas Arief.

Baca Juga: Keluarga Warga Binaan Rutan Nganjuk Pasrah. Ini Kebijakan Baru yang Harus Dipatuhi

Sebagai alternatif, rutan telah menyediakan kantin resmi dan lapak UMKM yang menjual makanan dan minuman. Seluruh produk yang dijual dipastikan melalui proses pengawasan ketat oleh petugas untuk menjamin keamanan dan kebersihannya. “Pengunjung tetap bisa memberi makanan untuk warga binaan, tapi dari kantin dalam,” imbuhnya.

Selain meminimalkan risiko penyelundupan, pengelolaan kantin dan UMKM juga melibatkan warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan keterampilan. Sejumlah warga binaan dipercaya membantu dapur, melayani pembeli, hingga mengelola stok makanan ringan.

Ditanya terkait sampai kapan penutupan penitipan makanan, hingga saat ini Arief belum bisa memastikan. "Sampai kapannya kami masih mengkaji ulang dan terus berbenah," ujarnya.

Baca Juga: Ngeri! Perkedel Isi 100 Pil Dobel L Masuk Rutan Nganjuk. Ini Solusi Antisipatif Rutan Nganjuk

Dengan kebijakan ini, Rutan Nganjuk berharap bisa menciptakan suasana rutan yang lebih kondusif, aman dari narkoba, sekaligus memberikan ruang produktif bagi warga binaan dan masyarakat sekitar.

untuk diketahui, petugas Rutan Nganjuk menemukan pil dobel L yang disisipkan di dalam perkedel. Pil tersebut dihancurkan dan diaduk menjadi satu ke dalam adonan sebelum digoreng. Beruntung, kejelian petugas jaga berhasil menggagalkan aksi tersebut sebelum barang haram itu masuk ke blok rutan. (nov/tyo)

Editor : Jauhar Yohanis
#rutan #lapas #kelas 2 #nganjuk