Pengendara Motor di Bawah Umur Mendominasi Pelanggaran Lalin
Novanda Nirwana• Minggu, 27 Juli 2025 | 12:30 WIB
CEK KESIAPAN: Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso mengecek kendaraan untuk Operasi Semeru.
Melihat Operasi Patuh Semeru 2025 yang Berlangsung di Nganjuk
Satlantas Polres Nganjuk tengah melakukan Operasi Patuh Semeru 2025. Selama beberapa terakhir tercatat sudah ada ribuah pelanggar lalu lintas. Namun yang lebih miris, mayoritas pelanggar tersebut adalah pengendara yang masih di bawah umur.
OPERASI Patuh Semeru 2025 yang diadakan oleh Satlantas Polres Nganjuk sudah berlangsung sejak 14 Juli lalu. Hingga berita ini ditulis, sudah 10 hari operasi tersebut berlangsung. Namun mirisnya, dari 10 hari operasi, sudah ada ribuan pelanggar lalu lintas.
Bahkan petugas sudah mencatat ada 8.000 pelanggaran. Mayoritas pelanggaran tersebut berasal dari pengendara roda dua. Dan lebih mirisnya lagi, mayoritas mereka adalah pelajar yang masih di bawah umur. “Pelanggaran terbanyak tetap didominasi tidak memakai helm dan serta menerobos rambu lalu lintas. Bahkan masih ada juga pengendara yang belum cukup umur tapi sudah nekat membawa motor,” ungkap Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Ivan Danara Oktavian.
TINDAK TEGAS: Petugas Satlantas Polres Nganjuk menilang pengendara sepeda motor yang masih di bawah umur saat Operasi Patuh Semeru 2025.
Pria berusia 31 tahun itu menyebut, kebanyakan pelanggar yang tidak memakai helm beralasan dengan jarak tempuh yang dekat. Kerap kali para pelanggar menyepelekan, padahal dengan mengenakan helm bisa melindungi jika terjadi laka. “Mereka menyepelekan. Padahal, kecelakaan tidak mengenal jarak,” papar Ivan.
Dari 8 ribu lebih pelanggaran itu, 731 pelanggar dikenai sanksi tilang melalui ETLE statis dan mobil Incar. Pelanggaran kasatmata berjumlah 2290, sedangkan sisanya mendapatkan teguran edukasi langsung di lapangan.
Petugas mengecek SIM C pengendara motor saat razia.
Menurut Ivan, meskipun mengusung pendekatan persuasif, Operasi Patuh Semeru tetap akan menindak tegas pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lain. “Kami juga melakukan teguran kepada pelanggar,” jelasnya.
Tidak hanya itu, pelanggaran pengendara di bawah umur juga terus jadi perhatian. Satlantas bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk mengedukasi bahaya berkendara sebelum cukup umur dan tanpa surat izin mengemudi (SIM). (nov/wib)