Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Menerobos Jalan Satu Arah karena Ingin Cepat

Novanda Nirwana • Minggu, 27 Juli 2025 | 14:30 WIB

BERBAHAYA: Pengendara motor menerobos jalan satu arah di Nganjuk.
BERBAHAYA: Pengendara motor menerobos jalan satu arah di Nganjuk.

OPERASI Patuh Semeru 2025 tidak hanya menyoroti banyaknya pengendara sepeda motor yang ogah mengenakan helm. Melainkan juga pengendara yang nekat melawan arus. Dengan dalih untuk memangkas waktu tempuh.

Hal itu seperti yang terjadi di Jalan Mayjend Di Panjaitan di Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk. Perlu diketahui, dulu, jalan tersebut digunakan untuk dua arah. Masyarakat dapat melewati jalan tersebut untuk ke arah utara maupun selatan.

Namun sejak Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) beroperasi, jalan tersebut jadi satu arah. Dari arah Selatan ke Utara. Sedangkan pengendara yang berasal dari arah Utara diimbau untuk mencari jalan memutar.

Baca Juga: Operasi Patuh Dimulai! 7 Pelanggaran Ini Langsung Kena Tilang!

Kenyataannya, selama ini, banyak pengendara yang nekat untuk menerobos. Rambu larangan yang berdiri tegak di jalur satu arah itu tak digubris. Para pengendara roda dua nekat menerobos hanya demi memangkas waktu tempuh. Dalam dua jam saja, petugas Satlantas Polres Nganjuk menjaring sedikitnya 57 pelanggar yang tertangkap melawan arus. Beragam alasan mereka lontarkan saat dihentikan petugas. Mulai dari mengaku tidak tahu aturan, hingga dalih tergesa-gesa mengabtarman anaknya. “Saya ikut-ikut aja kayak yang lain,” ucap Noni, 28, warga Kecamatan Loceret.

Noni berdalih dirinya sudah terbiasa lewat jalur itu. Saat itu ia juga terburu-buru mengantarkan anaknya pulang sekolah. “Buru-buru ini tadi, anaknya kebelet BAB,” tambahnya.

Tak jauh berbeda, Sri Sumartini, 50, seorang ibu rumah tangga asal Madiun mengaku melawan arus karena tidak tahu ada rambu. Ia dihentikan petugas yang berjaga di simpang tiga Jalan Dr. Sutomo. “Tiap hari lewat sini, ngga tahu kalau ada rambu larangan,” elaknya di depan polisi. 

Menurut Sri, dia sebenarnya tidak melihat rambu larangan masuk sudah terpasang sejak lama. Tapi karena banyak yang lewat, akhirnya ia ikut-ikutan. “Biasanya lewat sini aman aja,”” katanya.

Dari seluruh pelanggar yang terjaring, mayoritas justru tahu bahwa jalan tersebut satu arah. Namun karena tidak ada petugas atau merasa aman, mereka tetap nekat.

Baca Juga: Temukan Senjata Tajam di Kamar Rutan?

Mereka pun kaget ketika dihentikan oleh petugas berseragam yang tiba-tiba muncul dari balik mobil patroli. Sistem penindakan dengan kasat mata membuat pelanggar tak lagi bisa menghindar. Bahkan ada yang nekat putar balik untuk menghindari polisi.

Meskipun mengaku kapok, sebagian besar pelanggar berharap tidak disanksi berat. Namun petugas tetap memasukkan data pelanggaran ke daftar tilang.  “Ya kapok sih, semoga aja dendanya ngga gede,” pungkasnya. (nov/wib)

Editor : Miko
#pengendara #jalan satu arah #berita nganjuk hari ini #operasi patuh semeru #nganjuk #terobos #lawan arus