Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Viral Debt Collector Akan Jabel Mobil di Wilangan. Padahal Akan Ke Bandung

Novanda Nirwana • Jumat, 8 Agustus 2025 | 23:30 WIB

debt colector
debt colector

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk– Sebuah video di TikTok menggegerkan warganet. Dalam unggahan milik akun Widi Fitria Hakim II itu, tertulis caption “Pulang liburan mobil cewek ini tiba-tiba mau diambil, lapor polisi malah akrab.” Video tersebut memperlihatkan sekelompok orang berpakaian preman berdiri di depan musala di Dusun/Desa Ngundikan, Kecamatan Wilangan.

Kejadian bermula Rabu (6/8) sekitar pukul 15.45 WIB. Widi Fitria Hakim bersama keluarganya sedang melakukan perjalanan dari Malang menuju Bandung menggunakan mobil rental Nissan Grand Livina. Mereka singgah di Masjid Ridho Ilahi, Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, untuk beristirahat dan Salat Ashar.

Saat hendak kembali ke mobil, keluarga Widi tiba-tiba didatangi beberapa orang dari pihak debt collector (DC) yang dipimpin Wahyudi.

Mereka mengatakan, akan menarik kendaraan tersebut karena dinilai menunggak angsuran selama tiga bulan.

Baca Juga: Belasan Truk dan Pikap Ditilang Bengawan Solo Nganjuk. Apa Pelanggarannya?

Ketegangan pun tak terhindarkan. Adu argumen terjadi di pelataran masjid. Pihak keluarga Widi lantas mengusulkan agar masalah dibawa ke Polsek Wilangan yang jaraknya tak jauh dari lokasi.

Di kantor polisi, kedua pihak dimediasi oleh Kanitreskrim Polsek Wilangan Ipda Bambang Yuana. Petugas menyarankan keluarga Widi menghubungi langsung pemilik rental, yakni Ghiyats Abdunnasheea, yang berdomisili di Bandung.

Dari hasil komunikasi, terungkap bahwa mobil tersebut memang menunggak cicilan selama tiga bulan. Saat itu juga, pemilik rental hanya mampu membayar satu bulan tunggakan melalui transfer senilai Rp 5.680.000. Masih tersisa kewajiban dua bulan yang belum dibayar.

Usai mediasi, tercapai kesepakatan. Mobil tidak jadi ditarik dan keluarga Widi diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke Bandung sekitar pukul 17.30 WIB.

Baca Juga: Jerat Pasal Berlapis untuk Dua Pengeroyok di Jalan Panglima Sudirman Nganjuk

Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Supriyanto membenarkan akan insiden terebut. Dia juga menegaskan, orang-orang berpakaian preman yang terlihat di video bukan anggota kepolisian. Mereka adalah anggota DC, sekitar 5–8 orang. “Polisi hanya memfasilitasi penyelesaian agar kedua pihak bisa berdialog, tidak ada keberpihakan,” ujarnya. (nov/tyo)

Editor : Jauhar Yohanis
#bandung #grand livina #malang #nganjuk #debt colecctor