Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Rampok Sadis Drenges Akui Beraksi Sendirian, Tega Habisi Korban karena Sakit Hati

Novanda Nirwana • Rabu, 27 Agustus 2025 | 00:00 WIB

SADIS: Ali Widodo digelandang petugas di Mapolres Nganjuk. Dia merampok dan menganiaya Enik sendirian.
SADIS: Ali Widodo digelandang petugas di Mapolres Nganjuk. Dia merampok dan menganiaya Enik sendirian.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Polisi memastikan kasus perampokan disertai penganiayaan yang menewaskan Enik Mulya Ningsih, 55, warga Dusun Sumberkepuh, Desa Kelurahan, Kecamatan Ngronggot, dilakukan oleh satu orang.

Dia adalah Muhammad Ali Widodo, 36, warga Dusun Ngebrugan, Desa Drenges, Kecamatan Kertosono. Kasatreskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca, menegaskan hasil penyelidikan mengarah bahwa Ali bertindak sendiri saat melancarkan aksinya. “Iya. Pelaku tunggal,” tandasnya.

Selain itu, polisi juga menegaskan Ali bukan residivis. Sepanjang riwayat hidupnya, Ali tidak tercatat melakukan tindak  pidana sebelumnya. Namun, karena sakit hati, pelaku tega menghabisi nyawa Enik. “Pelaku ini baru pertama ini melakukan tindak kejahatan,” tambahnya.

Baca Juga: Van Dijk Senang untuk Ngumoha, Tegaskan Gordon Pantas Dapat Kartu Merah

Seperti diberitakan, perampok Drenges ini tega menghabisi Enik karena sakit hati. Saat akan  membayar bunga utang Rp 60 juta sebesar Rp 18 juta, korban meminta uang lebih besar dari jumlah yang seharusnya. “Selain harus bayar bunga di atas Rp 18 juta sesuai kesepakatan, korban juga minta pokok pinjaman Rp 60 juta dilunasi” papar Sukaca.

Selain itu, korban juga melontarkan kata-kata yang menyinggung perasaan pelaku. Ali pun emosi dan membenturkan kepala korban ke lantai hingga lima kali.

Setelah itu, pelaku meninggalkan korban dan membawa kabur uang tunai Rp114 juta. Korban kemudian ditemukan bersimbah darah oleh Jumadi, suaminya.

Baca Juga: Impostor Syndrome: Perang Diam Diam dengan Rasa Minder

Enik  langsung dilarikan ke RSUD Kertosono. Kemudian, dirujuk ke RSUD Jombang. Sayang, beberapa hari dirawat nyawa Enik tidak tertolong. Dia mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Jombang. (nov/tyo)

Editor : Miko
#rampok #sakit hati #sadis #nganjuk #korban #pembunuhan