Puluhan Polisi Siaga di Rumah Eko Patrio, Warga Ikut Pasang Bambu Tutup Jalan
Karen Wibi• Kamis, 4 September 2025 | 00:41 WIB
PERKETAT PENGAMANAN: Puluhan polisi berjaga di depan rumah Eko Patrio di Desa Kampung Baru, Kecamatan Tanjunganom (2/9). Polres Nganjuk dan warga Desa Kampung Baru antisipasi penjarahan
TANJUNGANOM, JP Radar Nganjuk- Warga Desa Kampungbaru, Kecamatan Tanjunganomtegang pada Selasa (2/9) hingga hari ini (3/9). Itu setelah puluhan polisi datang untuk berjaga di rumah anggota DPR RI Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio. Mereka berjaga setelah mendapat informasi adanya rencana unjuk rasa yang akan terjadi di rumah tersebut.
Dari informasi yang dihimpun wartawan koran ini, rencana demo itu banyak ditemui melalui broadcast di WhatsApp (WA) dan beberapa media sosial (medsos). Isinya berupa ajakan untuk melakukan demo di rumah Eko Patrio. Rencananya demo tersebut dilakukan pada Selasa (2/9) antara pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB.
Mendapat informasi itu, polisi langsung datang berjaga. Puluhan personel dikerahkan. Selain di rumah Eko Patrio, polisi juga berjaga di beberapa titik lain. Mulai di Pasar Warujayeng, SPBU Warujayeng, hingga di Stadion Warujayeng. “Kami mendapat kabar akan ada demo. Kami lalu mengerahkan anggota untuk berjaga,” ujar Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso.
Selain polisi, penjagaan juga dibantu oleh warga setempat. Penjagaan dilakukan dengan menutup jalan menuju rumah Eko Patrio. Penutupan itu dilakukan dengan menggunakan bambu. Hanya warga setempat yang diperbolehkan untuk melintas. Sedangkan, warga dari luar diminta untuk mencari jalan memutar. “Warga juga bergotong royong untuk menjaga lingkungannya sendiri,” tambahnya.
Namun hingga pukul 17.30WIB, tidak ada demo yang terjadi. Meski demikian, di sekitar rumah Eko Patrio, banyak pemuda yang diduga hendak melakukan demo. Mereka berboncengan tiga dengan mengendarai sepeda motor.
Melihat hal itu, petugas langsung tanggap. Mereka segera membubarkan gerombolan yang diduga hendak melakukan demo. Pemuda yang diduga masih di bawah umur itu pun langsung meninggalkan lokasi. “Kami imbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan berita provokasi. Terlebih yang mengarah ke tindakan anarkis seperti perusakan fasilitas umum atau penjarahan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kampungbaru Susilo Dwi Prasetyo membenarkan masyarakat sekitar juga ikut melakukan penjagaan. Hal itu dilakukan karena warga takut akan ada perusakan yang terjadi di rumah Eko Patrio. “Kami tidak ingin ada gejolak serupa terjadi di sini. Karena ada kabar di medsos, lebih baik kami antisipasi dengan melakukan penjagaan,” terangnya.
Susilo menjelaskan tentang kondisi rumah milik Eko Patrio. Menurut keterangan Susilo, rumah itu bukan benar-benar milik Eko Patrio. Melainkan milik kedua orang tua Eko Patrio. Namun sejak beberapa tahun lalu, rumah tersebut kosong. Penyebabnya karena kedua orang tua Eko Patrio telah meninggal dunia.
Sedangkan, Eko Patrio nyaris tidak pernah pulang ke rumah tersebut. Dalam satu tahun, kepulangan Eko Patrio ke kampung halaman dapat dihitung dengan jari. “Biasanya pulang ke sini hanya satu tahun sekali,” tandasnya. (wib/tyo)