Tim Gabungan Geledah 42 Kamar Rutan Nganjuk, Temukan Sajam Rakitan
Novanda Nirwana• Jumat, 12 September 2025 | 22:23 WIB
TEMUKAN SAJAM: Tim gabungan Polres dan Rutan Nganjuk menggeledah lemari kamar warga binaan kemarin.
NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Rutan Kelas IIB Nganjuk bersama Polres Nganjuk menggelar razia gabungan di seluruh blok hunian, kemarin (12/9). Semua kamar warga binaan digeledah. Tujuannya untuk mengantisipasi peredaran barang terlarang.
Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk Arief Budi Prasetyo memimpin langsung operasi tersebut bersama dengan Kabagops Polres Nganjuk AKP Ondik Andrianto. Penggeledahan menyasar 42 kamar warga binaan. Setiap sudut kamar tak luput dari penggeledahan.
Kasur, bantal, hingga celah dinding diperiksa dengan cermat. Meski tidak ditemukan narkoba maupun telepon genggam, sejumlah barang yang dinilai membahayakan berhasil diamankan. Hasilnya, petugas menemukan senjata tajam rakitan. “Kami sita benda-benda yang bisa dijadikan senjata tajam, seperti paku dan kawat,” ungkap Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk, Arief Budi Prasetyo.
Arief menjelaskan, razia sebenarnya merupakan agenda rutin di Rutan Nganjuk. Minimal sekali dalam sepekan, petugas melakukan penggeledahan secara mendadak. Namun, biasanya razia terbatas hanya di sebagian blok. “Hari ini berbeda, semua blok hunian diperiksa. Total ada 42 kamar yang kami geledah,” tegasnya.
Langkah ini, lanjut Arief, menjadi tindak lanjut kerja sama dengan Polres Nganjuk untuk menjaga stabilitas keamanan di dalam rutan. “Kami ingin memastikan tidak ada celah peredaran barang terlarang di dalam,” tambahnya.
Meski temuan kali ini tidak menyangkut narkoba maupun telepon genggam, pihak rutan tetap menilai hasil razia penting untuk mencegah potensi keributan antarwarga binaan. “Sekecil apapun temuan, tetap berisiko jika dibiarkan. Karena itu, semua langsung disita,” jelas Arief.
Arief menegaskan, kegiatan semacam ini akan terus digelar secara berkala dengan waktu yang tidak ditentukan. Sehingga, warga binaan di rutan bisa aman. Mereka bisa fokus untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah bebas. (nov/tyo)