NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Layanan penitipan makanan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Nganjuk akan kembali beroperasi. Hal ini setelah sempat ditutup dua bulan terakhir. Kepala Rutan Arief Budi Prasetya mengatakan, pembukaan dilakukan secara bertahap mulai pertengahan November mendatang.
“Sudah ada yang bertanya kapan dibuka lagi. Tahun lalu juga sempat ditutup juga dua bulan. Jadi, rencananya pertengahan November kita buka perlahan,” ujar Arief.
Meski demikian, rutan tidak akan memberi toleransi jika ada pelanggaran. Arief menegaskan, apabila ditemukan kasus serupa yang pernah menjadi alasan penutupan, maka layanan penitipan makanan langsung ditutup permanen.
“Kalau ada seperti itu lagi ya ditutup permanen. Itu sudah komitmen kami,” tegasnya.
Menurutnya, keputusan membuka kembali layanan juga telah melalui komunikasi dengan perwakilan dari setiap blok hunian. Hasilnya, warga binaan sepakat untuk mendukung aturan baru yang lebih ketat demi kelancaran sistem.
Perlu diketahui, penutupan layanan titip makanan dilakukan sejak dua bulan lalu setelah ditemukan potensi penyalahgunaan. Saat itu, ditemukan makanan dari keluarga warga binaan yang dicampur dengan pil dobel L. Rencananya makanan dalam bentuk perkedel tersebut akan diperjual belikan di dalam Rutan untuk sesama warga binaan.
Selama masa penutupan, kebutuhan makan warga binaan sepenuhnya dipasok dari dapur rutan. Bahkan, rutan menambah menu makanan dapur untuk memenuhi kebutuhan warga binaan dan keluarga yang hendak menjenguk.
Dengan pembukaan kembali layanan ini, Rutan Nganjuk berupaya menyeimbangkan antara keamanan, ketertiban, dan pemenuhan hak dasar warga binaan. Arief menambahkan, prosedur penitipan nantinya akan diperketat dengan pengawasan berlapis.
“Kami ingin tetap memberi ruang, tapi disiplin aturan harus nomor satu,” paparnya.
Arief berharap, pembukaan kembali layanan penitipan makanan dapat berjalan sesuai harapan.
“Kalau aturan ditaati bersama, layanan ini bisa terus berjalan. Tapi kalau dilanggar lagi, ya tidak ada pilihan lain selain ditutup,” pungkasnya. (nov/tyo)
Editor : Miko