NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Sebanyak 88.469 warga Kabupaten Nganjuk yang masuk desil 1–4 dipastikan mendapat Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) senilai total Rp 900 ribu per orang.
Kepala Dinsos PPPA Nganjuk, Haris Jatmiko, menyatakan angka tersebut berasal dari data terbaru masyarakat kurang mampu. “Mereka inilah yang dianggap layak menerima bantuan,” katanya.
Bantuan bersumber dari pemerintah pusat. Dinsos PPPA hanya bertugas mendata, kemudian data divalidasi Kementerian Sosial lewat pendamping sosial dan perangkat desa. “Penerima yang ternyata sudah mampu akan dicoret. Jumlah 88.469 ini bisa berkurang, tapi tidak bertambah lagi,” jelas Haris.
BLTS diberikan untuk tiga bulan (Oktober–Desember), masing-masing Rp 300 ribu, dicairkan sekaligus Rp 900 ribu. Penyaluran melalui dua jalur: transfer bank Himbara atau tunai via Kantor Pos. “Khusus lansia atau sakit, Pos bisa antar ke rumah,” tambahnya.
Awalnya pencairan direncanakan 20 Oktober, namun mundur. Saat ini pemerintah pusat masih mempercepat proses.
Menurut Haris, BLTS bukan sekadar bantuan sementara, melainkan stimulus agar penerima berwirausaha dan keluar dari desil rendah. “Jangan sampai masyarakat merasa nyaman terus-terusan bergantung pada bantuan,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan BLTS tidak boleh digunakan untuk judi online (judol). Jika ketahuan, maka BLTS tersebut akan segera dicabut oleh kementerian. Dipastikan juga penerima tersebut akan dicoeret dari bantuan-bantuan serupa di masa yang akan datang. “Jangan gunakan bantuan tersebut untuk judol,” tegas pria yang akrab disapa Gus Ipul itu.
Editor : Karen Wibi