Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Empat Motor Brebet di Kota Angin

Novanda Nirwana • Selasa, 4 November 2025 | 15:14 WIB

CEK BBM: Mekanik di bengkel mengecek sepeda motor yang diservis kemarin. Ada empat motor brebet karena diduga pertalite dicampur etanol.
CEK BBM: Mekanik di bengkel mengecek sepeda motor yang diservis kemarin. Ada empat motor brebet karena diduga pertalite dicampur etanol.

Diduga Pertalite Campur Etanol

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk – Kasus motor brebet tidak hanya terjadi di Kediri. Di Nganjuk, motor mogok karena bahan bakar minyak (BBM) juga terjadi. “Ada empat sepeda motor brebet karena BBM,” ujar Dedi Candra, 30, mekanik di bengkel Kelurahan Ploso, Kecamatan Nganjuk kemarin. 

Menurut Dedi, dalam seminggu sudah ada empat motor yang mengalami brebet. Kasus terakhir yakni, seorang ibu-ibu yang motornya tiba-tiba brebet setelah mengisi pertalite. “Awalnya itu motornya brebet, digas malah mati. Setelah dicek ternyata di pertalite ada campuran etanol,” ujarnya.  

Dedi mengatakan, temuan itu berawal dari kecurigaan para mekanik terhadap kondisi bahan bakar yang berbeda dari biasanya. Terlebih, dalam sepekan sudah ada empat motor yang mengeluhkan kondisi yang sama. “Awalnya itu curiga kok keluhannya sama kayak yang sebelumnya, setelah itu pertalite langsung disedot keluar,” jelasnya.

Empat motor tersebut dengan kerusakan yang berbeda. Namun, beruntung beberapa motor yang diperiksa Dedi tak mengalami kerusakan yang parah. “Komponen yang diganti waktu itu cuma filternya,” tambahnya.

Namun, kata Dedi, dampak kerusakan bisa lebih parah jika motor tetap digunakan tanpa diperiksa. “Kalau parah bisa sampai ganti rotang (rotor tangki). Kadang merambat ke bagian lain. Tapi yang terakhir kemarin itu masih brebet, belum sampai mati total,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, sebagian besar bahan bakar motor tersebut diduga mengandung air atau zat mirip etanol. Terlebih motor sekarang lebih sensitif, sehingga tidak bisa ada campuran air sedikit pun. 

Soal asal bensin, para pemilik motor pun mengaku tidak tahu pasti. “Nggak ada yang ngaku beli pertalitenya di mana,” ungkapnya.

Dedi mengimbau agar masyarakat lebih waspada dan segera membawa motornya ke bengkel jika mengalami gejala brebet setelah mengisi BBM. “Kalau terasa brebet, jangan langsung dipaksa jalan. Segera bawa ke bengkel biar dicek,” jelasnya. (nov/tyo)

Editor : Karen Wibi
#motor brebet #nganjuk