Novanda Nirwana• Jumat, 16 Januari 2026 | 16:20 WIB
Foto rontgen kondisi rahang Nabil setelah dianiaya.
Tiga Tersangka Masih Berstatus Anak-Anak
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Polres Nganjuk bergerak cepat. Setelah menerima laporan pengeroyokan M. Nabil Kholili, 20, warga Desa Maguan, Kecamatan Berbek hingga tewas, pelaku segera diburu. Hasilnya, delapan tersangka berhasil dibekuk. Ironisnya, dari delapan tersangka tersebut tidak semuanya berusia dewasa. Ada yang masih di bawah umur alias anak-anak. “Tiga tersangka masih di bawah umur,” ujar Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi.
Kemarin, delapan tersangka pengeroyok Nabil di Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo pada Jumat dinihari (9/1) meringkuk di tahanan Mapolres Nganjuk. Sayang, identitas delapan tersangka masih belum dibeberkan Polres Nganjuk. Fajar mengatakan, saat ini, polisi masih mengembangkan kasus ini. “Semua tersangka itu berasal dari Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo,” ungkapnya.
Perlu diketahui, berdasarkan keterangan saksi, pelaku pengeroyokan diduga lebih dari delapan orang. Ini karena saat kejadian, Nabil bersama delapan temannya.
Mereka mengendarai tiga sepeda motor dengan berboncengan tiga. Saat diburu pelaku, jumlahnya lebih dari sembilan orang. Sehingga, Nabil dkk berusaha melarikan diri.
Sayang, Nabil berhasil dihantam bata ringan. Hingga akhirnya, sepeda motor oleng dan terjatuh. Nabil akhirnya dikeroyok hingga akhirnya terluka parah. Usaha menyelamatkan nyawa Nabil dengan membawanya ke RSUD Kertosono hingga dirujuk ke RSUD dr Soedono, Madiun tidak membuahkan hasil. Nabil akhirnya meninggal dunia pada Selasa malam (13/1). Setelah itu, Nabil dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Semare, Kecamatan Berbek pada Selasa malam (13/1). “Kasus ini masih kami kembangkan,” ungkap Fajar.
Terpisah, Siti Kunizakiah, 35, kakak Nabil berharap pelaku pengeroyokan diproses secara hukum yang berlaku. Dia minta polisi bertindak tegas. Menangkap semua pelaku pengeroyokan. Karena perbuatan mereka di luar batas kemanusiaan. “Saya ingin pelaku merasakan sakit seperti yang dialami adik saya,” ujarnya.
Siti mengatakan, sebenarnya Nabil adalah pemuda yang tidak neko-neko. Dia juga tidak terlibat tawuran atau perkelahian sebelum pengeroyokan itu. Sehingga, Siti dan keluarga tidak menduga jika Nabil menjadi korban pengeroyokan. “Saya tidak paham motif pelaku mengeroyok adik saya,” ujarnya.
Saat ini, Siti dan keluarga menyerahkan kasus pengeroyokan hingga membuat Nabil tewas sepenuhnya ke polisi. “Semoga semua pelaku segera tertangkap agar mereka bisa bertanggung jawab atas perbuatannya,” harapnya. (nov/tyo)