KIsah Pasutri yang Tewas Terbakar di Wilangan Masih Tanda Tanya
Novanda Nirwana• Senin, 19 Januari 2026 | 18:33 WIB
TKP KEBAKARAN: Wartawan memotret rumah pasutri Agus Winariyanto dan Ririn Nur Faridah yang meninggal terbakar di kamar pada Jumat sore (16/1).Polisi selidiki penyebab kebakaran karena ada kejanggalan.
Hanya Kamar yang Dilalap si Jago Merah
NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Kebakaran terjadi di rumah warga Dusun Manggarejo, Desa Mancon, Kecamatan Wilangan pada Jumat sore (16/1). Insiden tersebut menewaskan pasangan suami istri (pasutri) penghuni rumah dan menyebabkan kerugian materi ditaksir mencapai Rp 50 juta. Namun, hingga kini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan polisi.
Karena ada kejanggalan di kebakaran itu. Salah satunya adalah yang terbakar hanya kamar pasutri itu. Sedangkan, saat kejadian tidak ada anggota keluarga yang lain. Termasuk, anak dari pasutri tersebut.
Pantauan wartawan koran ini, sekitar pukul 20.45 WIB di lokasi kejadian ramai lalu lalang warga. Selain itu, ada beberapa polisi yang tampak melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, termasuk dugaan adanya sumber api dari dalam kamar korban.
Pasangan suami istri yang menjadi korban meninggal dunia tersebut adalah Ririn Nur Faridah, 39 dan Agus Winariyanto, 41. Ririn diketahui sebagai Ketua RT 5 RW 2 Dusun Manggarejo, Desa Manco, yang sehari-hari juga mengelola usaha toko kelontong. Sementara suaminya, Agus, berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar (SD) di Sidoarjo.
Kusnan, 66, warga setempat mengatakan, kebakaran bermula saat ia mendengar suara teriakan minta tolong dan disusul suara ledakan dari rumah salah satu warga. Usai mencari sumber suara, Kusnan melihat ada kepulan asap di rumah milik Lasto, 60. Kusnan kemudian menuju lokasi menggunakan sepeda motor dan langsung masuk ke rumah Lasto.“Api pertama kali muncul dari kamar. Awalnya terdengar ada suara minta tolong, terus ada suara ledakan dari arah kipas, lalu api membesar,” ujar Kusnan.
Menurutnya, saat kejadian kondisi rumah dalam keadaan terkunci. Warga sekitar sempat berusaha melakukan pertolongan dengan memecah jendela rumah menggunakan galon berisi air serta tabung elpiji. Beruntung, upaya tersebutmembuahkan hasil.
Usai berhasil membuka pintu rumah, warga langsung bergotong royong memadamkan api dengan alat seadanya. Dengan memakai selang yang dihubungkan ke kran milik warga. “Waktu ditemukan, korban sudah terlentang dan meninggal di dalam kamar,” imbuhnya.
Takut api semakin membesar, salah satu warga langsung meneghubungi Damkarmat Nganjuk. Damkarmat Nganjuk pos Mako menerima laporan kebakaran sekitar pukul 15.30 WIB. Delapan menit kemudian, petugas tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. “Satu armada kami terjunkan ke lokasi,” ujar Kepala Damkarmat Nganjuk Imam Ashari.
Api baru berhasil dipadamkan usai petugas berjibaku dengan api selama 3 jam. Selain menghanguskan sebagian bangunan rumah, kebakaran tersebut juga merenggut dua korban jiwa. “Dua korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk,” paparnya. (nov/tyo)