NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Kebakaran menjadi musibah yang sering dialami warga Kota Angin. Total sebanyak 125 kebakaran tercatat terjadi di Kabupaten Nganjuk sepanjang tahun 2025. Meski jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 182 kejadian, ancaman kebakaran masih menjadi persoalan serius, terutama karena sebagian besar dipicu oleh kelalaian manusia.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk Imam Ashari menyebutkan dari ratusan kejadian tersebut, penyebab kebakaran didominasi faktor kelalaian manusia. “Mulai dari korsleting listrik, aktivitas pembakaran sampah, hingga kelalaian saat memasak,” ujarnya.
Menurutnya, korsleting listrik menjadi pemicu paling sering ditemui di lapangan. Instalasi listrik yang tidak sesuai standar, kabel rapuh, hingga penggunaan sambungan listrik berlebihan kerap memicu percikan api yang berujung kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.
Selain itu, kebiasaan membakar sampah tanpa pengawasan juga masih marak dilakukan warga. Api yang awalnya kecil kerap membesar akibat tiupan angin dan menjalar ke bangunan atau lahan di sekitarnya. “Banyak kejadian berawal dari pembakaran sampah, kemudian merembet karena ditinggal,” jelasnya.
Faktor lain yang juga sering memicu kebakaran adalah aktivitas memasak. Damkarmat mencatat sejumlah kejadian terjadi akibat kompor yang ditinggal menyala, baik di rumah tinggal maupun tempat usaha.
Meski angka kebakaran menurun dibandingkan tahun sebelumnya, Damkarmat menilai potensi kebakaran di Nganjuk masih tinggi apabila kewaspadaan masyarakat tidak ditingkatkan. Oleh karena itu, upaya pencegahan terus digencarkan melalui sosialisasi keselamatan kebakaran, pemeriksaan instalasi listrik, serta edukasi penanganan awal kebakaran. “Kami terus mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, rutin memeriksa instalasi listrik, tidak membakar sampah sembarangan, dan memastikan api benar-benar padam setelah digunakan,” ujarnya.
Damkarmat Kabupaten Nganjuk berharap, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dan kesiapsiagaan petugas, jumlah kejadian kebakaran di tahun-tahun mendatang dapat terus ditekan. (nov/tyo)
Editor : Karen Wibi