Novanda Nirwana• Selasa, 10 Februari 2026 | 15:04 WIB
Petugas Gencar Razia Kamar
Petugas Gencar Razia Kamar
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Razia kamar hunian warga binaan kembali digelar di Rumah Tahanan (Rutan) Nganjuk. Dalam penggeledahan tersebut, petugas menemukan belasan senjata tajam (sajam) rakitan yang disimpan di kamar warga binaan. Meski ada temuan tersebut, petugas memastikan tidak ditemukan handphone maupun narkoba.
Razia dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban di dalam rutan. Petugas memulai kegiatan dengan pemeriksaan badan seluruh warga binaan, kemudian dilanjutkan penggeledahan di kamar 16 dan 17. "Kami lakukan penggeledahan secara sampling," ujar Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk, Arief Budi Prasetya.
Selain sajam, petugas turut mengamankan sejumlah barang lain yang dinilai berpotensi memicu gangguan keamanan. Di antaranya enam set kartu remi, beberapa korek api bekas, sembilan sendok stainless, kawat obat nyamuk, batu, tali rajut, pinset, baterai bekas, pencukur kumis, penggaris besi, kelereng, staples, cat pewarna, hingga uang recehan."Barang-barang tersebut langsung disita untuk mencegah penyalahgunaan di dalam rutan," tambah Arief.
Arief menegaskan bahwa fokus utama razia tetap pada upaya pencegahan peredaran handphone ilegal dan narkoba. “Untuk HP dan narkoba nihil. Dan itu memang menjadi konsen kita,” ujarnya.
Menurut dia, razia rutin maupun insidental akan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan lingkungan rutan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana pembinaan yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga binaan.
Pihaknya menilai pengawasan ketat perlu terus dilakukan mengingat potensi gangguan keamanan bisa muncul dari berbagai hal, termasuk barang-barang sederhana yang dimodifikasi menjadi alat berbahaya. Karena itu, petugas tidak hanya fokus pada barang terlarang seperti narkoba dan handphone, tetapi juga benda lain yang berpotensi disalahgunakan.
Rutan Nganjuk juga terus mengedepankan pendekatan pembinaan kepada warga binaan agar mereka mematuhi aturan selama menjalani masa pidana. Dengan kombinasi pengawasan ketat dan pembinaan berkelanjutan, diharapkan situasi rutan tetap aman sekaligus mendukung proses pembinaan berjalan optimal. (nov/tyo)