Novanda Nirwana• Minggu, 15 Februari 2026 | 16:26 WIB
CARI BARANG BUKTI: Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan ikut menggerebek rumah mutilasi motor curian.
Temukan Puluhan Rangka untuk BB Kasus Curanmor
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Polisi menggerebek rumah mutilasi ratusan sepeda motor curian di Desa Waung, Kecamatan Baron. Penggerebekan itu merupakan pengembangan kasus penipuan dan penggelapan kendaraan bermotor dari wilayah Surabaya. Tersangkanya berinisial Atnan Karyanto, 23, warga Desa Lestari, Kecamatan Patianrowo.
Di penggerebekan tersebut tampak Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan dan Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Sukaca ikut serta. Mereka bersama petugas Polrestabes Surabaya langsung melihat rumah yang dijadikan tempat mutilasi ratusan sepeda motor. Motor yang sudah dimutilasi dijual secara online.
Kemudian, petugas mengamankan 43 rangka sepeda motor, 39 STNK, 3 BPKB, satu surat koperasi, dan satu unit mobil Daihatsu Grandmax dibawa ke Surabaya. “Jadi barang bukti,” ujar Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Sukaca kemarin.
Penggerebekan rumah mutilasi sepeda motor hasil kejahatan itu dilakukan setelah polisi meringkus AK, 23, warga Desa Lestari, Kecamatan Patianrowo di Kota Surabaya. Setelah dikembangkan, ternyata sepeda motor curian dibawa ke Waung, Baron untuk dimutilasi sebelum dijual secara online.
Mendapat pengakuan itu, petugas Polrestabes Surabaya segera berkoordinasi dengan Polres Nganjuk. Penggerebekan akhirnya dilakukan. Setelah sebagian barang bukti diamankan, rumah tersebut dipasang police line.
Sukaca mengatakan, Polres Nganjuk hanya melakukan pendampingan saat penggerebekan dan pengambilan barang bukti. Kasus hukum pencurian dan penggelapan sepeda motor yang dilakukan AK ditangani Polrestabes Surabaya dan Polsek Karang Pilang, Surabaya.
Terpisah, Supriyono, 47, warga Desa Waung, Kecamatan Baron mengaku tidak menduga jika Adnan memutilasi sepeda motor curian. Warga mengenal tersangka sebagai orang yang jual onderdil sepeda motor bekas. Sehingga, warga kaget saat tahu ada penggerebekan. “Saya menduga dia itu buka bengkel sepeda motor di sini bersama temannya,” ujarnya.
Supriyono mengaku kaget saat tahu ternyata ada ratusan motor yang dimutilasi di dalam rumah. “Banyak sekali kerangkanya,” ujarnya. (nov/tyo)