Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Rutan Nganjuk Pasang Kawat Berduri

Novanda Nirwana • Senin, 23 Februari 2026 | 12:30 WIB

CEGAH NAPI KABUR: Kawat berduri dipasang di tembok Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Nganjuk kemarin.
CEGAH NAPI KABUR: Kawat berduri dipasang di tembok Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Nganjuk kemarin.

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk- Kasus kaburnya Moh. Hairul Andik, warga binaan yang kabur membuat Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Nganjuk evaluasi total. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pemasangan kawat berduri di sejumlah titik rawan.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Hadi Prabowo mengatakan, evaluasi dilakukan segera setelah insiden pelarian terjadi. “Setelah pelarian napi kabur, langsung kami lakukan evaluasi dari segi pengamanan,” ujarnya.

Dari hasil evaluasi tersebut, ditemukan sejumlah titik yang perlu diperkuat. Selain memperketat pengawasan petugas, pihak rutan juga menambah kawat berduri sebagai pengamanan fisik tambahan. “Kami juga menambahkan kawat berduri untuk memperkuat pengamanan,” ujar Prabowo. 

Salah satu sorotan utama dalam evaluasi adalah pos atas, yang saat kejadian pelarian dalam kondisi kosong. Menurut Prabowo, posisi tersebut merupakan titik yang cukup riskan karena memiliki sudut pandang langsung ke area luar. “Pada waktu kabur itu, pos atas memang kosong. Jadi akhirnya kami lakukan evaluasi. Hasilnya, pos tersebut tidak boleh kosong lagi,” tegasnya.

Ia menilai, setelah dilakukan pemetaan ulang, pos atas menjadi salah satu titik paling rawan sehingga harus selalu terisi petugas. “Setelah saya lihat, di sana memang paling riskan,” tambahnya.

Namun demikian, Prabowo mengakui keterbatasan sumber daya manusia (SDM) menjadi tantangan tersendiri. Idealnya, seluruh pos penjagaan terisi penuh setiap waktu. Tetapi di sisi lain, rutan juga harus memenuhi kebutuhan pelayanan, termasuk kunjungan warga binaan. “Kalau boleh memilih, semua pos harus diisi. Cuma kan SDM terbatas, sementara kita juga dituntut memberikan pelayanan kunjungan,” ujarnya.

Meski begitu, pihaknya memastikan pola pengamanan kini telah diperketat. Penempatan personel di titik rawan menjadi prioritas, disertai penambahan pengamanan fisik untuk meminimalkan potensi pelarian.“Di sini juga sudah dilengkapi CCTV,” pungkasnya. (nov/tyo)

Editor : Karen Wibi
#rutan nganjuk #nganjuk