NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Tim Bareskrim Polri melakukan penggerebekan di toko yang diduga menjadi markas pengoplosan Elpiji di Jalan Lurah Surodarmo, Kelurahan Cangkringan, Kecamatan Nganjuk. Operasi senyap tersebut berlangsung pada Kamis malam (5/3) sekitar pukul 23.00 WIB.
Aktivitas penggerebekan ini sempat mengejutkan warga sekitar. Saifudin, 55, salah satu warga setempat, mengaku mendengar suara gaduh dari dalam gudang saat tengah malam. "Suaranya brok… brok, seperti orang sedang bongkar muat tabung dalam jumlah banyak," tuturnya.
Baca Juga: Sidang Pembunuhan di Nganjuk: Danang Resmi Didakwa Pasal Berlapis
Awalnya, Saifudin tidak menyadari jika kegaduhan tersebut adalah operasi kepolisian. Kecurigaan warga baru terjawab setelah mereka mendekati lokasi dan melihat petugas sedang mengamankan barang bukti (BB) Elpiji yang diduga hasil oplosan.
Menurut Saifudin, warga dan pemilik gudang sebenarnya sudah memiliki kesepakatan tertulis agar tidak ada aktivitas bongkar muat pada malam hari demi kenyamanan lingkungan. "Aktivitas seharusnya berhenti sore hari. Makanya saat mendengar suara angkat-angkat Elpiji malam hari, saya penasaran ada apa," imbuhnya.
Baca Juga: Tragedi Drenges Nganjuk: Pembunuh dan Perampok di Kertosono Terancam 15 Tahun Bui
Terpisah, Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi membenarkan adanya penindakan di Jalan Lurah Surodarmo Gang IV tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa operasi ini merupakan wewenang penuh Mabes Polri.
"Benar, ada kegiatan penggerebekan oleh Bareskrim Polri. Polres Nganjuk hanya memberikan dukungan pengamanan di lokasi kegiatan," jelas AKP Fajar.
Baca Juga: Info Nganjuk: Belasan Tahanan Kasus Narkoba Dipindah ke Lapas Madiun
Hingga saat ini, seluruh proses hukum dan pendalaman kasus berada di bawah kendali Bareskrim Polri. Petugas dikabarkan menyita tabung gas oplosan. Modusnya, isi gas dari tabung subsidi 3 kilogram dipindahkan secara ilegal ke tabung non-subsidi untuk mendapatkan keuntungan berlipat.
"Tim Bareskrim masih mendalami metode pengoplosan, jaringan pelaku, hingga alur distribusinya," tambahnya.
Baca Juga: Waspada! Ratusan Pengendara di Nganjuk Kena Tilang Selama Ramadan, Apa Sebabnya?
Konfirmasi senada datang dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk, Sri Handariningsih. Ia menyatakan telah menerima laporan terkait penggerebekan gudang tersebut. "Kami sudah mendapat pemberitahuan. Untuk proses hukumnya, semua ditangani langsung oleh pusat (Bareskrim)," ungkapnya singkat.
Sementara itu, Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, turut membenarkan insiden tersebut. Meski begitu, pihaknya belum bisa membeberkan detail operasional penggerebekan. "Informasi detailnya akan kami sampaikan melalui rilis resmi segera," terangnya.
Baca Juga: Operator Togel Diciduk Saat Layani Tombokan
Saat radarnganjuk.jawapos.com hendak konfirmasi ke pemilik CV Sidojoyo Mukti, tokonya yang berada di Jalan Lurah Surodarmo, Kelurahan Cangkringan, Kecamatan Nganjuk masih tutup. Dan tidak ada aktivitas di toko tersebut. Warga sekitar pun tidak mengetahui jika ada penggerebekan.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa toko tersebut tampak seperti toko sembako biasa di bagian depan. Namun, aktivitas mencurigakan diduga kuat berpusat di gudang bagian belakang. Saat ini, garis polisi (police line) telah terpasang rapat di lokasi kejadian. Pemilik toko pun belum bisa dimintai keterangan karena bangunan dalam kondisi tertutup dan dijaga petugas.
Editor : rekian