NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Ratusan warga Kabupaten Nganjuk diduga menjadi korban penipuan investasi bodong berkedok aplikasi online. Skema yang digunakan disebut-sebut menyerupai ponzi, dengan iming-iming keuntungan harian yang tidak masuk akal.
Salah satu korban, Purinah, mengaku tertarik mengikuti investasi melalui aplikasi bernama Snapboost. Awalnya, dia tergiur karena dijanjikan keuntungan tetap dari nilai aset yang ditanamkan. “Saya ikut sekitar dua bulan. Katanya menghasilkan, tapi ternyata scam. Saya sudah setor sekitar Rp 7,5 juta,” ujarnya.
Tak hanya dirinya, Purinah menyebut suami dan anaknya juga ikut bergabung dalam investasi tersebut. Ia sempat menerima hasil, namun jumlah pencairan dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan awal. “Sesuai kesepakatan, Rp 7,5 juta itu dapat 1,8 persen per hari dari nilai aset terakhir,” keluhnya.
Menurutnya, jumlah korban di Kabupaten Nganjuk mencapai sekitar 600 orang. Mayoritas korban merupakan ibu-ibu yang tergiur iming-iming keuntungan cepat tanpa risiko besar. “Di sini kebanyakan memang ibu-ibu yang sudah tua, tergiur,” imbuhnya.
Selain itu, aplikasi tersebut juga menawarkan berbagai program promosi yang menggiurkan. Salah satunya berupa iming-iming hadiah sepeda motor bagi peserta yang menanamkan modal hingga Rp 17,5 juta. “Ada event juga, misalnya investasi Rp 17,5 juta dapat sepeda motor. Tapi, saya tidak ikut yang itu,” ujarnya.
Kasus ini kini telah dilaporkan ke Polres Nganjuk dan sedang dalam penanganan. Para korban berharap ada kejelasan serta upaya pengembalian dana yang telah disetorkan.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi belum dapat dikonfirmasi terkait penanganan kasus tersebut. Pesan WhatsApp (WA) tidak dibalas hingga pukul 14.25 WIB. Ditelpon tidak diangkat.
Editor : rekian