Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Bos Cafe di Nganjuk Nekat Perkosa Karyawati. Korban Masih Berada di Bawah Umur

Karen Wibi • Kamis, 14 Mei 2026 | 13:57 WIB
Petugas Unit PPA Polres Nganjuk
Petugas Unit PPA Polres Nganjuk
 
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Sungguh nahas nasib yang dialami oleh Bunga (Bukan nama sebenarnya, Red), 17, salah seorang perempuan asal Kecamatan Tanjunganom. Niat untuk bekerja di salah satu cafe di Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk berakhir menjadi petaka. Alasannya karena Bunga menjadi korban pemerkosaan oleh sang pemilik cafe.
Kejadian itu diceritakan oleh Bunga sendiri. Perempuan lulusan sekolah dasar (SD) itu menceritakan, sejak tujuh bulan lalu, dirinya bekerja di sebuah cafe di Kelurahan Payaman. Sehari-hari Bunga harus bekerja mulai pukul 10.00 WIB hingga 03.00 WIB. “Saya kerjanya lebih dari 12 jam. Dari siang sampai menjelang subuh,” ujarnya saat ditemui di rumahnya kemarin (13/5).
Karena jam kerja itu, Bunga bersama lima karyawan lainnya sering menginap di cafe. Empat diantaranya adalah seorang perempuan. Sedangkan dua sisanya adalah seorang pria. Kebetulan, di cafe tersebut, terdapat beberapa kamar yang dipergunakan untuk menginap karyawan yang rumahnya berada di luar Kecamatan Nganjuk.
Sedangkan kejadian pemerkosaan itu bermula pada 11 Mei lalu. Saat itu, sekitar pukul 23.00 WIB, cafe tutup lebih awal. Alasannya karena kondisi cafe yang sedang sepi. Namun karena sudah terlalu larut malam, Bunga bersama karyawan lainnya memilih untuk menginap. “Hari itu saya sudah sangat capek. Saya sudah kerja dari jam 10 pagi sampai 11 malam. Jadi ya saya memilih menginap,” tambahnya.
Hingga sekitar pukul 03.00 WIB, si pemilik cafe mendatangi kamar milik Bunga. Saat itu Bunga sudah curiga. Terlebih si pemilik cafe menunjukkan gerak-gerik yang mencurigakan. Karena ketakutan, Bunga akhirnya memilih untuk mendatangi kamar karyawan lainnya. Sayangnya, sesaat setelah keluar kamar, Bunga langsung dibekap oleh si pemilik cafe. Hingga kejadian pemerkosaan tersebut dilakukan di salah satu kamar kosong lainnya. “Saya nangis tapi tidak ada orang yang dengar. Saya ketakutan karena diancam juga,” imbuh Bunga sembari menangis.
Setelah kejadian itu, pada 12 Mei, Bunga melaporkan kejadian itu ke teman-temannya. Hingga laporan itu diteruskan kepada sang nenek. Karena tidak terima, sang nenek langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Nganjuk. Sedangkan kemarin (13/5) Bunga kembali ke Polres Nganjuk. Dia sedang dimintai keterangan untuk penyelidikan pihak kepolisian. “Saya awalnya takut untuk melapor. Karena saya sudah tidak punya siapa-siapa. Ibuk saya sudah meninggal, sedangkan bapak ada di luar kota,” tandasnya.
Sementara itu, Kasihumas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadhi mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari nenek Bunga. Kemarin pihak kepolisian langsung bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan. “Laporan sudah kami terima. Saat ini kami sedang menggali keterangan dari korban. Jika terbukti benar, kami akan langsung menangkap pelaku,” tegasnya. (wib)
Editor : Karen Wibi
#kejadian kabupaten nganjuk #Kabupaten Nganjuk