NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Kasus pembacokan terhadap Dela Margareta Puspita Ningrum, 20, warga Dusun Grogolan, Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom, mulai menemukan titik terang. Polisi mengungkap, tersangka diduga telah mempersiapkan aksinya sebelum bertemu korban.
Dari pemeriksaan sementara, tersangka mengaku korban yang lebih dulu mengajak bertemu di lokasi kejadian. Pertemuan tersebut diduga berkaitan dengan permintaan uang.
Kasihumas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi mengatakan, tersangka mengaku kerap dimintai uang oleh korban sebelum peristiwa pembacokan terjadi.
“Dari pengakuan tersangka, korban sering meminta uang. Saat kejadian korban yang mengajak ketemuan, katanya untuk meminta uang,” ujar Fajar.
Sebelum berangkat menemui korban, tersangka disebut sudah membawa senjata tajam berupa sabit dari rumah. Hal itu membuat polisi menduga aksi tersebut telah dipersiapkan sebelumnya.
“Tersangka membawa sabit dari rumah. Namun motif dan rangkaian lengkapnya masih kami dalami,” jelasnya.
Usai melakukan aksinya, tersangka langsung melarikan diri meninggalkan lokasi. Polisi menduga pelaku panik setelah melihat korban mengalami luka.
“Tersangka masih di bawah umur, sehingga kemungkinan panik dan takut,” ujar Fajar.
Tersangka diketahui masih berstatus pelajar kelas XI SMA dengan usia 16 tahun. Meski demikian, proses hukum tetap berjalan.
Sementara itu, kondisi korban saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Nganjuk. Korban mengalami luka bacok di bagian kepala, tangan, serta bahu sebelah kiri.
“Kondisi korban sudah membaik setelah mendapatkan perawatan medis,” ungkapnya.
Sebelumnya, warga Dusun Sekarputih, Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom, digegerkan dengan seorang perempuan dalam kondisi bersimbah darah pada Kamis malam (11/6) sekitar pukul 19.30 WIB.
Korban yang diketahui adalah Dela mengalami luka bacok di bagian kepala dan lengan kiri.
Warga yang mengetahui kejadian langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke IGD RSUD Nganjuk. setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil menangkap RG kurang dari 12 jam setelah kejadian di wilayah Jabon, Kabupaten Sidoarjo, saat diduga hendak melarikan diri ke luar kota. (nov/tyo)