NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Kasus pembacokan terhadap seorang perempuan berinisial Di, 20, di Dusun Sekarputih, Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom, terus didalami kepolisian. Pelaku berinisial RG, yang masih berstatus siswa kelas XI SMA, diduga telah merencanakan aksinya dengan membawa sabit dari rumah sebelum menemui korban.
Korban mengaku tidak menaruh curiga saat menerima pesan WhatsApp dari RG pada Kamis (11/6). Dalam pesan tersebut, pelaku mengajak korban bertemu di sebuah jalan sepi dengan alasan membutuhkan bantuan.
“Dia mengirim pesan WA agar saya datang ke lokasi karena ingin bertemu dan meminta bantuan,” ujar korban.
Menurut keterangan korban, RG juga meminta dirinya datang seorang diri tanpa memberitahu suaminya. Karena tidak mencurigai adanya niat buruk, korban mendatangi lokasi menggunakan sepeda motor.
Kronologi Pembacokan di Jalan Pintas Sonobekel
Setibanya di lokasi, korban dan pelaku sempat bertemu tanpa terjadi cekcok. Pelaku kemudian meminta handphone korban dan meletakkan ponselnya sendiri di atas jok sepeda motor.
Tak lama kemudian, RG mengeluarkan sabit yang sebelumnya disembunyikan di dalam hoodie yang dikenakannya.
Korban berusaha menangkis serangan pertama sehingga hanya mengalami luka pada tangan kiri. Namun saat mencoba mendorong pelaku, korban justru terjatuh.
Dalam kondisi tersebut, pelaku kembali mengayunkan sabit dan mengenai bagian kepala korban.
“Saya langsung meminta pertolongan ke warga,” tutur korban.
Warga Datang, Pelaku Kabur Membawa Handphone Korban
Teriakan korban didengar warga yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian. Mengetahui ada warga berdatangan, pelaku panik dan melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Korban menyebut pelaku turut membawa handphone miliknya saat kabur dari lokasi.
Warga kemudian mengevakuasi korban ke RSUD Nganjuk untuk mendapatkan penanganan medis. Akibat luka yang dialami, korban harus menjalani perawatan intensif selama lima hari.
Polisi Tangkap Pelaku di Sidoarjo
Setelah menerima laporan, petugas kepolisian melakukan penyelidikan dan pelacakan terhadap pelaku.
RG akhirnya berhasil ditangkap pada Jumat (12/6) di wilayah Jabon, Kabupaten Sidoarjo.
Keberadaan pelaku berhasil diketahui setelah polisi melacak sinyal handphone milik korban yang dibawa kabur oleh tersangka.
“Saat ini handphone saya diamankan polisi sebagai barang bukti,” kata korban.
Polisi Dalami Perbedaan Keterangan Korban dan Tersangka
Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi mengatakan tersangka melakukan aksi tersebut seorang diri.
Hingga kini penyidik masih mendalami motif pembacokan karena terdapat perbedaan keterangan antara korban dan tersangka.
Berdasarkan pengakuan awal tersangka, aksi tersebut dipicu rasa jengkel karena korban disebut sering meminta uang dengan alasan mengandung anak hasil hubungan mereka.
Namun keterangan itu dibantah korban.
Korban mengaku hanya pernah sekali berhubungan intim dengan tersangka dalam kondisi mabuk. Ia juga menegaskan tidak sedang hamil dan tidak pernah meminta uang kepada pelaku.
Korban menyebut uang Rp100 ribu yang pernah diberikan tersangka bahkan masih disimpannya utuh.
“Keterangan tersangka dan korban itu yang sedang kami dalami saat ini,” ujar AKP Fajar Kurniadi.
Penyidikan Masih Berlangsung
Polres Nganjuk masih melakukan pendalaman terhadap seluruh keterangan saksi, korban, maupun tersangka guna memastikan motif sebenarnya di balik kasus pembacokan tersebut.
Sementara itu, barang bukti berupa sabit dan handphone korban telah diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Editor : Hadi Sujatmikho