NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Khoirul Anam, suami Dil, 20, korban pembacokan di Dusun Sekarputih, Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom, tidak terima dengan perbuatan RG. Karena RG tidak hanya menyetubuhi Dil di rumahnya. Namun, RG juga tega membacok perempuan berusia 20 tahun itu hingga luka parah. “Saya nggak terima istri saya digituin. Saya pulang kerja tahu-tahu istri saya sudah terluka dan dibawa ke rumah sakit,” ujar Khoirul.
Menurut Khoirul, kejadian tersebut membuat keluarganya terpukul. Ia berharap proses hukum terhadap pelaku berjalan maksimal dan memberikan hukuman setimpal atas perbuatannya. “Saya ingin pelaku dihukum seberat-beratnya. Saya tidak mau damai,” tegasnya.
Khoirul bahkan berharap pelaku mendapatkan hukuman paling berat. Baginya, tindakan yang dilakukan terhadap istrinya sudah tidak bisa ditoleransi.
“Kalau bisa ya penjara seumur hidup,” katanya.
Sementara itu, Dil juga membantah keterangan tersangka RG kepada polisi jika dia sering meminta uang ke tersangka. Dil juga tidak mengaku hamil anak pelaku. Dila menegaskan informasi tersebut tidak benar.
Dil mengaku baru mengenal RG sekitar satu bulan terakhir. Perkenalan itu terjadi setelah dikenalkan oleh sepupunya. Menurutnya, RG beberapa kali datang ke rumah karena merupakan teman dekat sepupunya.
“Saya itu cuma sekali dikasih uang Rp 100 ribu,” ujarnya.
Meski demikian, Dil mengaku jika dia dan RG pernah berhubungan intim. Perbuatan tak pantas ditiru itu dilakukan di rumah Dil. Saat itu, suami Dil tidak ada di rumah. “Saya dicekoki miras saat itu,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal tersangka, RG membacok Dil dengan sabit. Dia melakukan aksi nekat karena jengkel dengan Dil. Sebab, korban mengaku hamil anaknya dan minta uang. “Keterangan ini nanti akan kami kroscek ke korban,” ujarnya.
Fajar mengatakan, saat ini polisi terus melakukan pendalaman. Sabit yang menjadi barang bukti juga masih dicari. Karena setelah menjalankan aksinya pada Kamis malam (11/6), RG membuang sabitnya. Kemudian, dia kabur ke luar kota. Polisi meringkusnya di Kecamatan Jabon, Sidoarjo pada Jumat (12/6). (nov/tyo)
Editor : rekian