Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah

Mengeroyok karena Korban Blayer Naik Motor. Polisi Proses Hukum Belasan Tersangka

Novanda Nirwana • Senin, 29 Juni 2026 | 19:21 WIB
Polisi Proses Hukum Belasan Tersangka
Polisi Proses Hukum Belasan Tersangka

 

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Mengapa Minal Kosirin dan tiga temannya dikeroyok di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret pada Rabu (24/6) dini hari? Berdasarkan pengakuan belasan tersangka kepada polisi, pengeroyokan dilakukan karena mereka emosi dengan perilaku Kosirin alias Eko Ali, Sutrisno, Hendra Ibnu, dan Yoga Pratama. Saat mengendarai sepeda motor Honda Vario berboncengan, Kosirin dkk diduga sengaja memancing emosi warga. “Mereka blayer-blayer motor dan menyalakan kembang api saat dini hari,” ujar Wakapolres Nganjuk Kompol Didid Wahyu Agustyawan.

Sontak, sekitar 100 pemuda menghadang mereka di Jalan Merapi, Dusun Bedingin, Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret. Tanpa banyak kata, Kosirin dkk dilempari batu bata dan batu cor. Akibatnya, Kosirin dkk terjatuh dari motornya. Setelah jatuh, pelaku mengeroyok Kosirin dkk. Akibatnya, Kosirin tewas dan tiga temannya terluka parah.

Beruntung, nyawa Sutrisno, Hendra Ibnu, dan Yoga Pratama tidak melayang. Karena petugas segera datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Ketiga korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk. Kemudian, belasan tersangka pengeroyokan berhasil diringkus. Ironisnya, dari 14 tersangka, sebanyak 12 tersangka masih anak-anak.

Didid mengatakan, untuk tersangka anak-anak ditangani unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Nganjuk. Sedangkan, dua pelaku dewasa langsung dijebloskan ke tahanan Mapolres Nganjuk.

Sebagai barang bukti, polisi menyita dua sepeda motor Honda Vario yang dikendarai Kosirin dkk. Kemudian, batu bata, batu cor, dan hasil visum korban pengeroyokan.

Terpisah, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk AKBP drg.Wahyu Ari Prananto mengatakan, RS Bhayangkara Nganjuk tidak hanya menerima pasien pengeroyokan sebanyak tiga orang dan satu meninggal dunia. Namun, ada 17 pasien yang dirawat. Mereka menjadi korban penganiayaan. “Yang menjalani rawat inap ada tujuh orang, sembilan orang rawat jalan, dan satu orang meninggal dunia,” ujarnya.

Wahyu mengatakan, kasus penganiayaan dari 17 pasien itu berasal dari lima lokasi yang berbeda. Yaitu, Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret; Lingkungan Cangkringan, Kecamatan Nganjuk, Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro; Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos; dan Desa Mukuh, Kecamatan Tanjunganom.

Wahyu menyebut kondisi para korban yang masih menjalani perawatan saat ini berangsur membaik. Beberapa korban mengalami luka akibat kekerasan fisik, mulai dari cedera kepala ringan hingga patah tulang. “Saat ini kondisi korban mulai membaik,” ungkapnya. (nov/tyo)

 

Editor : rekian
#desa sukorejo #pengeroyokan #pesilat #psht