NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kejaksaan Negeri Nganjuk memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Nur Solekan kemarin. Pemeriksaan dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. Nur Solekan datang ke Kantor Kejaksaan Negeri Nganjuk dengan naik mobil Toyota Innova bernopol AG 1574 TE. Mobil tersebut sempat berhenti di halaman depan kantor kejaksaan sebelum diarahkan petugas menuju area parkir belakang.
Setelah itu, Nur Solekan yang memakai seragam khaki berjalan menuju ruang tunggu pemeriksaan. Sejumlah wartawan yang telah menunggu mencoba meminta keterangan terkait kedatangannya. Namun, dia memilih tidak memberikan komentar. Dia hanya tersenyum sambil terus melangkah menuju ruang pemeriksaan.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Nganjuk Koko Roby Yahya mengatakan, Sekda Nur Solekan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Feasibility Study (FS) Bendungan Margopatut. "Iya betul, pemeriksaan terkait dugaan korupsi Bendungan Margopatut," ujarnya.
Hingga pukul 13.00 WIB, pemeriksaan terhadap Nur Solekan masih berlangsung. Penyidik masih meminta keterangan guna mendalami berbagai fakta yang berkaitan dengan proyek Bendungan Margopatut. Belum diketahui berapa lama pemeriksaan akan berlangsung maupun apakah akan ada saksi lain yang diperiksa pada hari yang sama.
Perlu diketahui, pada Kamis (21/5), Kejari Nganjuk menggeledah kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nganjuk. Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita sebanyak 47 item dokumen. Rinciannya, 40 dokumen berasal dari ruang bidang Litbang (Penelitian dan Pengembangan), sedangkan tujuh dokumen lainnya berasal dari bidang Rendalev (Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi). Semua berkas yang disita itu berkaitan dengan review FS Bendungan Margopatut yang menelan anggaran sebesar Rp 3,58 miliar pada 2024. Saat itu, pemenang lelang adalah PT WECON KSO bersama PT GISS Konsultan. Proyek Bendungan Margopatut itu direncanakan sebagai upaya untuk mencegah banjir di wilayah Kecamatan Nganjuk saat hujan deras mengguyur wilayah pegunungan. Karena debit air Sungai Kuncir yang meningkat membuat air sungai meluap. Apalagi, saat hujan deras itu sampah dan pohon bambu menyumbat Dam Tanjung. Akibatnya, air meluap ke jalan dan perumahan warga. (nov/tyo)
Editor : rekian