NGANJUK, RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM – Ratusan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Nganjuk harus berdesakan di ruang tahanan. Karena hingga bulanini, jumlah penghuni mencapai 349 orang. Rinciannya, 171 narapidana dan 178 tahanan. Kondisi tersebut membuat Rutan Nganjuk masih masuk kategori overload.
Padahal, upaya mengurangi kepadatan terus dilakukan. Hingga Agustus 2026, sekitar 120 warga binaan pemasyarakatan (WBP) telah dipindahkan atau dilayar ke tempat lain. Namun, langkah tersebut belum cukup untuk mengurai kepadatan penghuni rutan.
Baca Juga: Aparat Gabungan Geledah Sel dan Tes Urine Warga Binaan di Rutan Kelas IIB Nganjuk
Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk Arief Budi Prasetya mengatakan, jumlah penghuni saat ini masih cukup tinggi.
Bahkan, komposisi antara narapidana dan tahanan relatif berimbang. “Saat ini ada 171 napi dan 178 tahanan,” ujar Arief.
Baca Juga: Warga Binaan di Rutan Nganjuk Sembunyikan Obat di Sel
Menurut Arief, pemindahan WBP menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk mengendalikan jumlah penghuni. Pelayaran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan kebijakan pemasyarakatan.
Meski sudah ada 120 orang yang dipindahkan hingga bulan ini, jumlah penghuni kembali tinggi. Karena itu, Arief tidak menyangkal apabila Rutan Nganjuk saat ini masih disebut mengalami kelebihan kapasitas. “Saat ini kami masih masuk kategori overload,” katanya.
Baca Juga: Temukan Sajam di Kamar Rutan
Kondisi tersebut juga tidak hanya terjadi di Rutan Nganjuk. Arief menyebut persoalan kelebihan kapasitas menjadi persoalan yang dihadapi sejumlah rutan dan lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jawa Timur.
Karena itu, upaya mengatasi persoalan tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh Rutan Nganjuk. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pusat untuk mencari solusi terkait tingginya jumlah penghuni.
“Namun kami juga sudah berkoordinasi dengan pusat. Tetapi rutan dan lapas di Jatim juga semua overload,” jelasnya.
Tingginya jumlah penghuni tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengelolaan rutan. Selain berkaitan dengan ketersediaan ruang hunian, kepadatan juga harus diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan dasar serta pembinaan bagi seluruh WBP.
Editor : rekian