Polisi Selidiki Insiden Kematian Guru MAN Prambon Nganjuk

Novanda Nirwana • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 05:09 WIB
Selain memiliki riwayat hipertensi, korban juga disebut memiliki riwayat stroke. (novanda nirwana/jprk)
Selain memiliki riwayat hipertensi, korban juga disebut memiliki riwayat stroke. (novanda nirwana/jprk)

NGANJUK, radarnganjuk.jawapos.com– Kabar meninggalnya Suaidi, guru MAN 3 Nganjuk atau MAN Prambon bikin gempar dunia pendidikan. Karena guru berusia 56 tahun itu dikabarkan meninggal dunia setelah cekcok dengan siswanya. 

Kepala Tata Usaha (KTU) MAN Prambon Suyitno, Suaidi cekcok dengan siswanya pada Selasa (1/9). Setelah itu, Suiadi mendadak pingsan. Mengetahui hal itu, teman-teman Suaidi membawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan, Kota Kediri. Suaidi dirawat inap di sana. “Pada Sabtu (5/9), Pak Suaidi meninggal dunia,” ujarnya. 

Baca Juga: JANGAN SAMPAI TERLEWAT! Seleksi Administrasi PPG Daljab Kemenag 2025 Dibuka, Cek Jadwal Penting Guru Madrasah

Setelah meninggal dunia, Suaidi dibawa pulang ke rumah duka. Lalu, dimakamkan di tempat pemakaman umum di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. 

Kejadian itu membuat gempar dunia pendidikan. Karena sebelum dibawa ke rumah sakit, Suaidi sempat cekcok dengan siswanya. “Tidak ada perkelahian atau pemukulan. Hanya cekcok biasa antara guru dengan siswa saja,” ujar Suyitno. 

Baca Juga: MA Darussalam Launching Dua Buku Antologi, Kemenag Nganjuk Gelar Seminar Gerakan Literasi Madrasah

Menurut Suyitno, Suaidi memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan stroke. “Keluarga korban dan sekolah sudah menerima. Ini kami anggap musibah,” ujarnya. 

Meski demikian, kabar meninggalnya Suaidi membuat heboh. Karena sempat terjadi cekcok antara Suaidi dengan siswanya. Polisi juga mendengar kabar itu. “Kami langsung menyelidiki kejadian itu,” sambung Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi.

Baca Juga: Mengenal Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Kepala MTSN 2 Nganjuk Masrukin, Kenalkan Sastra sejak Dini di Madrasah

Sayang, petugas kesulitan mengungkap penyebab kematian Suaidi secara pasti. Karena keluarga korban tidak setuju jenazah Suaidi diotopsi. “Mereka sudah menerima karena ini dianggap sebagai musibah,” terang Fajar.

Polisi akhirnya melakukan pendalaman dengan meminta keterangan sejumlah saksi terkait insiden tersebut. Beberapa pihak telah diperiksa untuk mengetahui rangkaian kejadian yang berlangsung sebelum korban mengalami kondisi kesehatan yang menurun.

Baca Juga: IGMPL Nganjuk Gelar Pelatihan Menulis dan Membaca Puisi Beri Penghargaan Guru dan Madrasah Pegiat Literasi

Di antaranya kepala sekolah serta guru yang turut mengantar korban ke rumah sakit. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian. Selain memiliki riwayat hipertensi, korban juga disebut memiliki riwayat stroke.

Editor : rekian
Suadi Guru MAN 3 Nganjuk MAN Prambon Suyitno Kepala Tata Usaha Man Prambon Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi Kabupaten Nganjuk