NGANJUK, radarnganjuk.jawapos.com- Keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 3 Nganjuk membuat sekolah waswas. Meski korban telah dinyatakan sembuh, pihak sekolah masih waswas jika program MBG kembali diberikan kepada siswa. Karena kejadian keracunan yang menimpa ratusan siswa dan guru pada Rabu (2/9).
Sebagian, siswa masih khawatir untuk mengonsumsi makanan dari program tersebut. Kondisi psikologis siswa pun kini menjadi perhatian utama sekolah sembari menunggu hasil evaluasi dan arahan dari pejabat terkait. Kepala SMAN 3 Nganjuk Pujianto mengatakan, sekolah untuk sementara masih menunggu keputusan dari pihak yang memiliki kewenangan terkait kelanjutan pemberian MBG.
Baca Juga: Siswa Trauma Konsumsi MBG
Sekolah tidak ingin mengambil keputusan sendiri karena program tersebut merupakan kebijakan pemerintah. “Kami sambil menunggu keputusan dari pimpinan,” ujar Pujianto.
Di sisi lain, sekolah mulai melakukan upaya untuk memulihkan kondisi psikologis siswa.
Sebab, setelah kejadian keracunan, rasa khawatir masih dirasakan sejumlah siswa ketika membicarakan makanan MBG. “Sementara ini ya menata psikologisnya anak,” ujar Pujianto.
Baca Juga: Kepala SPPG Begadung II Terancam Dipidana, Polisi Selidiki Kasus Keracunan MBG
Menurutnya, pemulihan psikologis tersebut penting agar siswa tidak terus-menerus dibayangi kejadian keracunan. Pihak sekolah juga berusaha memberikan pemahaman kepada siswa agar tidak mengalami ketakutan berlebihan terhadap makanan yang diberikan melalui program MBG.
Meski demikian, kepala sekolah mengakui jika MBG kembali diberikan dalam waktu dekat, kemungkinan masih ada siswa yang merasa trauma. Sekolah pun tidak berada pada posisi untuk menolak program tersebut apabila sudah ada keputusan untuk kembali mendistribusikannya. “Kami tidak berhak menolak jika program MBG didistribusikan lagi. Tetapi misal kalau dikasih lagi ya masih trauma,” ujar mantan Kepala SMAN 1 Patianrowo.
Baca Juga: Kepala SPPG Begadung II Dipecat Usai 143 Siswa dan Guru SMAN 3 Nganjuk Alami Keracunan MBG
Sementara itu, aktivitas belajar mengajar (KBM) di SMAN 3 Nganjuk tetap berjalan normal. Sekolah berupaya agar kejadian tersebut tidak membuat kegiatan pendidikan terganggu dalam waktu berkepanjangan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong siswa untuk kembali beraktivitas dan makan seperti biasa. Hal tersebut dilakukan agar siswa perlahan kembali merasa aman dan tidak terus teringat dengan kejadian keracunan. “KBM ya terus lancar,” ujar Pujianto.
Baca Juga: Keracunan MBG di SMAGA Nganjuk: SPPG Begadung II Tak Boleh Beroperasi hingga Penyelidikan Selesai
Perlu diketahui, sebanyak 143 siswa dan guru dari SMAN 3 Nganjuk, SLB Santi Kosala Mastrip, serta SDN Balongpacul 1 mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG. Mereka mengalami sejumlah keluhan, mulai mual, pusing hingga muntah. Sebagian korban bahkan harus menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit dan puskesmas.
Hingga Senin (7/9), seluruh korban telah dinyatakan sembuh. Namun, proses penyelidikan terkait penyebab keracunan masih berlanjut. Sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Begadung II yang menjadi penyedia MBG tersebut juga masih menjalani masa suspend selama 30 hari untuk proses evaluasi.
Baca Juga: Amnesty Desak Pemerintah Hentikan Sementara Program MBG Usai Keracunan Massal
Sementara itu, Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi mengatakan, kasus keracunan MBG ditangani Tim Khusus (Timsus) Polda Jawa Timur. “Sekarang masih dalam tahap penyelidikan,” ujarnya.
Editor : rekian