SETIAP pekerjaan pasti memiliki resiko. Hal itu juga yang dirasakan oleh orang yang bekerja di sektor jual beli barang bekas atau rongsok.
Salah satu resiko yang sering dialami oleh orang-orang itu adalah penyakit kulit.
“Penyakit kulit jadi salah satu penyakit yang paling sering dirasakan orang-orang,” terang pemulung bernama Marjuni asal Desa Kedungdowo, Kecamatan Nganjuk itu.
Pria yang kini sudah berusia 67 tahun itu mengaku sudah menjadi pencari rongsok selama 45 tahun. Selama itu pula dirinya tidak pernah terkena penyakit kulit.
Tentu Marjuni memiliki rahasia agar terbebas dari penyakit. Ap aitu? “Kalau sampai rumah langsung mandi. Bersih-bersih,” terangnya.
Selain itu, dia memilih mencari rosok ke rumah-rumah dibanding harus mencari ke tempat pembuangan sampah. Hal tersebut untuk meminimalisir terkena penyakit. “Kelilingnya ke rumah-rumah,” tandasnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Jamiran. Pria berusia 63 tahun itu mengaku sering mencari sampah di tempat pembuangan akhir (TPA). Namun selama dia bekerja, dia tidak pernah terkena penyakit kulit.
“Setiap mau makan saya bersih-bersih dulu,” ujar pria asal Desa/Kecamatan Loceret itu.
Lebih lanjut, Jamiran mengaku sudah 15 tahun mencari barang bekas. Dia juga mencari keliling ke jalan dan sekitar rumah-rumah warga. Jamiran memiliki cara lain agar terhindar dari penyakit.
“Yang penting habis pulang mandi, namanya juga mencari reseki untuk anak,” tandasnya.
Selain itu, ada Gempariono, 64 yang mencari rosok dengan cara memakai masker. Hal itu bertujuan agar dirinya tidak terkena penyakit.
“Pulang mandi langsung ganti baju pokoknya,” paparnya. (nov/wib)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira