Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Jenis Karbohidrat yang Lebih Berbahaya dari Gula, Kurangi Konsumsinya pada Anak

Redaksi Radar Nganjuk • Rabu, 2 April 2025 | 17:00 WIB

Makanan Karbohidrat
Makanan Karbohidrat

JP Radar Nganjuk
- Karbohidrat adalah sumber energi utama yang mudah ditemukan dalam berbagai makanan. Baik anak-anak maupun orang dewasa membutuhkan asupan karbohidrat sebagai bagian dari pola makan sehat.

Secara umum, karbohidrat terbagi menjadi dua jenis utama: karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana mencakup fruktosa, glukosa, dan laktosa yang terkandung dalam buah-buahan bergizi. Sementara itu, karbohidrat kompleks dapat ditemukan dalam makanan seperti biji-bijian utuh, sayuran bertepung, nasi, roti, dan sereal.

Maltodekstrin: Karbohidrat yang Lebih Berbahaya dari Gula

Banyak orang menganggap gula sebagai sumber utama masalah kesehatan, namun ada jenis karbohidrat lain yang lebih berbahaya. Menurut pakar kesehatan Dr. Eric Berg, DC, salah satu jenis karbohidrat yang harus diwaspadai adalah maltodekstrin.

Maltodekstrin merupakan polisakarida, yaitu rantai molekul gula yang saling terikat. Senyawa ini berasal dari pati yang umumnya dibuat dari jagung, gandum, kentang, beras, atau tapioka. Walaupun secara teknis bukan gula, maltodekstrin memiliki indeks glikemik yang sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari gula biasa, sehingga dapat memicu lonjakan kadar gula darah secara drastis.

Selain itu, jika maltodekstrin berasal dari gandum, ada kemungkinan masih mengandung sedikit gluten meskipun telah melalui proses pengolahan.

"Zat ini juga dikenal dalam bentuk lain, seperti pati makanan yang dimodifikasi dan pati jagung yang dimodifikasi. Banyak produk bebas gula justru mengandung maltodekstrin, meskipun secara teknis tetap berfungsi seperti gula," jelas Dr. Berg, dikutip dari Yahoo News.

Baca Juga: Merawat Kesehatan Mata di Era Digital: Cara Mencegah Mata Lelah

Makanan yang Mengandung Maltodekstrin

Maltodekstrin sering digunakan dalam makanan olahan karena sifatnya yang dapat memperpanjang masa simpan dan meningkatkan tekstur. Beberapa makanan yang umum mengandung maltodekstrin antara lain:

Mengonsumsi makanan yang kaya maltodekstrin dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan pola makan tinggi gula, rendah serat, dan penuh dengan makanan olahan. Kebiasaan ini berisiko meningkatkan kadar kolesterol, menyebabkan kenaikan berat badan, serta meningkatkan kemungkinan terkena diabetes tipe 2.

Jenis Karbohidrat yang Lebih Sehat untuk Anak

Baik untuk anak-anak maupun orang dewasa, pilihan karbohidrat terbaik adalah karbohidrat kompleks yang berasal dari makanan alami, seperti buah, sayur, dan biji-bijian utuh.

Karbohidrat kompleks memberikan energi yang lebih stabil dan membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Meskipun konsumsi gula tambahan dan karbohidrat olahan berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung, sumber karbohidrat alami justru memberikan manfaat kesehatan.

Baca Juga: Vitamin C vs. Niacinamide, Manakah yang Lebih Ampuh untuk Mencerahkan Kulit?

Dua jenis karbohidrat kompleks yang penting adalah:

  1. Serat – Membantu pencernaan, mengontrol kadar kolesterol, dan meningkatkan kesehatan usus.

    • Sumber utama: buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian utuh.
  2. Pati – Berperan sebagai sumber energi utama tubuh.

    • Sumber utama: kentang, roti gandum utuh, sereal, jagung, oat, kacang polong, dan nasi.

Mengonsumsi karbohidrat kompleks dalam jumlah yang cukup dapat membantu menjaga berat badan yang sehat serta melindungi tubuh dari risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular.

Kebutuhan Karbohidrat Anak Sesuai AKG

Di Indonesia, kebutuhan karbohidrat harian anak diatur berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG), yang diperbarui melalui Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG). Berikut adalah kebutuhan karbohidrat anak sesuai AKG:

Maltodekstrin, meskipun bukan gula, memiliki dampak yang lebih berbahaya pada kadar gula darah dibandingkan gula biasa. Zat ini sering ditemukan dalam makanan olahan dan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Oleh karena itu, penting untuk lebih selektif dalam memilih makanan, terutama bagi anak-anak. Pilihlah karbohidrat kompleks dari sumber alami seperti buah, sayuran, dan biji-bijian utuh untuk mendukung kesehatan jangka panjang.

 

Penulis: Kemal Fahreza Jibran

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#roti #makanan #karbohidrat