Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Jalan Kaki Bikin Betis Membesar, Mitos atau Fakta?

Elna Malika • Senin, 21 April 2025 | 05:35 WIB
Jalan Kaki Bikin Betis Membesar, Mitos atau Fakta?
Jalan Kaki Bikin Betis Membesar, Mitos atau Fakta?

JP Radar Nganjuk - Berjalan kaki adalah olahraga ringan yang digemari di Indonesia untuk menjaga kesehatan, menurunkan berat badan, atau sekadar bersantai.

Namun, muncul anggapan bahwa berjalan kaki bisa membuat betis jadi lebih besar, terutama bagi mereka yang peduli dengan tampilan kaki. Benarkah ini fakta, atau hanya mitos?

Artikel ini akan mengupas pengaruh berjalan kaki pada ukuran betis berdasarkan fakta ilmiah, dengan mempertimbangkan faktor seperti intensitas, teknik, dan genetika.

Berjalan kaki adalah aktivitas aerobik intensitas rendah yang melibatkan otot betis, seperti gastrocnemius dan soleus, untuk mendorong tubuh ke depan.

Namun, pertumbuhan otot (hipertrofi) memerlukan latihan dengan beban tinggi dan intensitas signifikan, seperti angkat beban atau latihan otot spesifik.

Berjalan kaki biasanya tidak memberikan tekanan cukup untuk memicu pembesaran otot yang nyata. Menurut jurnal Sports Medicine (2020), aktivitas seperti berjalan kaki lebih meningkatkan daya tahan otot daripada ukurannya.

Jadi, untuk kebanyakan orang, berjalan kaki selama 30 menit hingga satu jam sehari tidak akan membuat betis membesar secara signifikan.

Meskipun berjalan kaki tidak secara langsung menyebabkan betis membesar, beberapa hal bisa memengaruhi tampilan atau persepsi tentang ukuran betis:

Anggapan bahwa berjalan kaki membuat betis membesar lebih merupakan mitos daripada fakta, karena aktivitas ini biasanya tidak memicu hipertrofi otot yang signifikan, melainkan membantu kaki tampak lebih ramping dan kencang akibat pembakaran lemak atau toning otot.

Namun, betis bisa sedikit membesar jika berjalan dilakukan dalam jumlah ekstrem di medan berat (misalnya, 20.000 langkah per hari di tanjakan) atau digabungkan dengan latihan intens seperti sprint, terutama pada orang dengan genetika otot responsif.

Untuk menghindari tampilan betis yang lebih “berisi”, gunakan teknik berjalan alami, pilih medan datar, lakukan peregangan setelah berjalan, dan seimbangkan dengan latihan seperti yoga.

Betis mungkin sedikit membesar jika Anda berjalan dalam jumlah ekstrem atau menggabungkannya dengan latihan intens seperti calf raises, lompat tali, atau angkat beban khusus betis.

Ini lebih mungkin terjadi pada orang dengan genetika otot yang mudah berkembang. Namun, untuk kebanyakan orang, berjalan kaki tidak akan mengubah ukuran betis secara drastis. Jika Anda ingin betis lebih besar, latihan khusus dengan intensitas tinggi lebih efektif daripada hanya berjalan kaki.

Jalan kaki umumnya tidak membuat betis membesar, melainkan menawarkan manfaat kesehatan seperti meningkatkan stamina, kesehatan jantung, dan keseimbangan tubuh.

Mitos ini lebih dipengaruhi oleh genetika, teknik berjalan, atau perubahan komposisi tubuh. Jadi, tak perlu ragu untuk berjalan kaki sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Jika khawatir dengan tampilan betis, konsultasikan dengan pelatih kebugaran untuk rutinitas yang sesuai dengan tujuan estetika Anda. Apa pengalaman Anda dengan berjalan kaki?

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#jalan kaki #berita nganjuk hari ini #Betis #besar #olahraga #mitos atau fakta