JP Radar Nganjuk – Di Indonesia masuk angin sangatlah familiar. Masyarakat Indonesia menganggap bahwa masuk angin terjadi karena terlalu banyak angin yang masuk kedalam tubuh dna menyebabkan perut kembung hingga meriang.
Masuk angin digambarkan dengan kondisi tidak enak badan, perut kembung, sakit kepala, demam, dan meriang.
Nyatanya masuk angin terjadi bukan karena banyaknya angin yang masuk kedalam tubuh. Masuk angin hanyalah sebuah istilah yang dipakai untuk mengungkapkan kondisi tidak enak badan tersebut.
Penyebab masuk angin pun bisa dipicu oleh berbagai faktor seperti kelelahan, kurang tidu, perubahan cuaca yang ekstrem, atau infeksi ringan.
Gejala yang umum dirasakan adalah sakit kepala, badan terasa pegal-pegal, perut kembung, mual, dan meriang.
Untuk mengatasi masuk angin bisa dilakukan dengan cara istirahat yang cukup, menjaga kesehatan tubuh, minum obat pereda sakit atau demam, serta mengkonsumsi makanan bergizi.
Anggapan bahwa masuk angin disebabkan oleh angin yang masuk ke dalam tubuh hanyalah mitos belaka. Kondisi ini sering disebabkan karena penurunan daya tahan tubuh atau infeksi virus ringan.
Gejala masuk angin juga bisa saja terjadi karena penyakit lain. Keluhan masuk angin bisa jadi merupakan keluhan dari penyakit lain seperti infeksi saluran pencernaan, malaria, penyakit jantung, atau infeksi saluran pernapasan.
Jika mengalami keluhan masuk angin lebih dari tiga hari maka disarankan untuk segera memeriksanya ke dokter.
Untuk menghindari masuk angin yang perlu dilakukan adalah olahraga secara rutin, istirahat yang cukup, mencuci tangna sebelum makan, menkonsumsi makanan bergizi seimbang dan memakai jaket saat cuaca dingin.
Penulis: Rozita Nur Azizah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira