Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Apa Perbedaan antara Hipersomnia dan Narkolepsi?

Miko • Minggu, 4 Mei 2025 | 17:05 WIB
Photo
Photo

JP Radar Nganjuk - Hipersomnia dan narkolepsi adalah dua gangguan tidur yang menyebabkan rasa kantuk berlebihan di siang hari serta perubahan dalam siklus tidur-bangun alami.

"Hipersomnia" sebenarnya mengacu pada beberapa kondisi tidur yang menyebabkan kantuk berlebihan di siang hari, termasuk hipersomnia idiopatik (IH), yaitu hipersomnia tanpa penyebab yang jelas.

Kondisi-kondisi ini sering salah didiagnosis atau tidak terdiagnosis, tetapi perkiraan menunjukkan bahwa IH jauh lebih umum dibandingkan narkolepsi.

Dalam sebuah studi tidur terhadap hampir 800 orang, IH memengaruhi sekitar 1,5% peserta. Sementara itu, narkolepsi memengaruhi kurang dari 40 dari setiap 100.000 orang di Amerika Serikat—sekitar 0,0004% dari populasi.

Gejala Hipersomnia vs. Narkolepsi

Hipersomnia dan narkolepsi sama-sama menyebabkan kantuk berlebihan di siang hari.

Tidak seperti hipersomnia idiopatik, narkolepsi dapat menyebabkan serangan tidur (momen ketika seseorang tiba-tiba tertidur).

Tidur siang juga dapat memengaruhi Anda secara berbeda tergantung kondisi yang dimiliki.

Terdapat dua jenis narkolepsi dengan gejala yang sedikit berbeda.

Narkolepsi tipe 1 menyebabkan katapleksi, yaitu hilangnya tonus otot secara tiba-tiba akibat emosi, yang bisa menyebabkan seseorang jatuh atau terkulai.

Narkolepsi tipe 2 terjadi tanpa katapleksi dan gejalanya biasanya lebih ringan.

Perbedaan

Hipersomnia dan narkolepsi sangat mirip dan sering disalahartikan satu sama lain. Namun, ada perbedaan yang jelas.

Narkolepsi dan Hipersomnia Mempengaruhi Tidur REM Secara Berbeda

Tidur REM (Rapid Eye Movement) adalah salah satu tahap utama dalam tidur. Biasanya terjadi sekitar 90 menit setelah tertidur dan terjadi beberapa kali semalam.

Dalam tidur REM, terjadi gerakan mata cepat, otot berkedut, dan sebagian besar mimpi terjadi.

Pada penderita narkolepsi, tidur REM terjadi dalam waktu 15 menit setelah tertidur.

Penderita hipersomnia biasanya tidak mengalami perubahan ini dalam siklus tidur REM, yang mungkin menjelaskan perbedaan gejala antara kedua kondisi tersebut.

Pendekatan Pengobatan Bisa Berbeda

Tenaga medis mungkin menangani narkolepsi dan hipersomnia dengan cara yang berbeda.

Obat stimulan seperti Adderall (amfetamin), Ritalin (metilfenidat), dan Provigil (modafinil) adalah pengobatan umum untuk narkolepsi.

Obat-obatan ini mungkin kurang efektif untuk hipersomnia.

Dokter juga mungkin meresepkan obat untuk mengatasi katapleksi dan kelumpuhan tidur pada penderita narkolepsi, seperti Xyrem (sodium oxybate), Wakix (pitolisant), dan beberapa antidepresan.

Obat-obatan ini mungkin kurang efektif untuk hipersomnia.

Pemeriksaan tambahan yang dapat dilakukan termasuk: Elektrokardiogram (EKG) untuk mengukur aktivitas jantung.  Elektroensefalogram (EEG) untuk mengukur aktivitas otak

Perubahan Gaya Hidup Membantu Mengelola Keduanya

Selain pengobatan, perubahan gaya hidup penting dalam mengelola hipersomnia dan narkolepsi. Strategi yang disarankan meliputi:

  1. Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.
  2. Tidur selama 7–8 jam per malam.
  3. Pastikan kamar tidur nyaman, gelap, dan tenang.
  4. Hindari alkohol, kafein, atau obat-obatan yang memperburuk gejala sebelum tidur.
  5. Berhenti atau hindari merokok.
  6. Kurangi stres dengan aktivitas menenangkan seperti berjalan, olahraga ringan, atau latihan pernapasan.
  7. Rutin berolahraga, targetkan 150 menit per minggu.
  8. Bisakah Seseorang Mengalami Keduanya Sekaligus.

Anda bisa mengalami keduanya sekaligus: Narkolepsi, sebagai kondisi kronis, dapat memicu episode hipersomnia.

Cara terbaik untuk mengetahui kondisi mana yang Anda miliki adalah dengan melihat gejalanya. Serangan tidur dan katapleksi adalah tanda narkolepsi, bukan hipersomnia.

Sebaliknya, tidur siang tidak menyegarkan pada hipersomnia idiopatik, tetapi menyegarkan pada narkolepsi.

Jika Anda mengalami keduanya, IH dapat menyulitkan tenaga medis dalam mendeteksi narkolepsi.

 

 

 

 

Kapan Harus Mencari Perawatan dan Siapa yang Harus Dihubungi.

Jika Anda mengalami atau menduga memiliki gangguan tidur seperti narkolepsi atau hipersomnia idiopatik, penting untuk mengetahui kapan harus mencari perawatan.

Tanda-tanda untuk menghubungi penyedia layanan kesehatan termasuk:

Beberapa spesialis medis yang dapat menangani narkolepsi atau IH antara lain dokter umum, ahli saraf, spesialis tidur, psikiater, atau psikolog.

Hipersomnia dan narkolepsi adalah gangguan tidur yang menyebabkan kantuk berlebihan di siang hari.

Hipersomnia membuat seseorang sulit bangun dari tidur lama, dan tidur siang tidak menyegarkan. Narkolepsi menyebabkan serangan tidur, katapleksi, dan kelumpuhan tidur.

Kedua kondisi ini memiliki beberapa kesamaan dalam pengobatan, dan perubahan gaya hidup memainkan peran penting dalam pengelolaan keduanya.

Editor : Miko
#kesehatan #hidup sehat #hypersomnia #ngantuk #olahraga #tidur #tidur 8 jam #deep sleep